Selasa, 14 Januari 2014

PLN Perbaiki Gardu 66 Sekayok


Bengkayang (Kalbar Times).  PLN Rayon Bengkayang sedang memperbaiki gardu yang rusak dikarenakan musimpenghujan disertai angin kencang dan petir beberapa pehari yang lalu.
Oleh karena itu perlunya perbaikan supaya pelayanan listrik untuk penerangan baik pada siang hari maupun pada malam hari tidak terganggu.
Manager PLN Rayon Bengkayang, Sulaiman mengatakan, pihaknya sangat memeinta maaf kepada pelanggan PLN yang ada di Bumi Sebalo.
“Hari ini kamis edang melakukan perbaikan Gardu 66 BTN di Rangkang Jalan Sekayok sehingga harus melakukan pemadaman,” terang Sulaiman kepada Kalbar Times via telepon seluler, Jumat (6/12).
Ia melanjutkan, pihaknya tidak bermaksud untuk melakukan pemadaman kepada pelanggan. Namun hal ini sangat mendesak jadi mau tidak mau harus di padamkan sementaraaliran listriknya.
Sulaiman mengakui pemadamanlistrik dilakukansejak pukul 13.00 sampai selesai. Diperkirakan pengerjaannya sampai dengan pukul 16.00.
Pihaknya telah membuat surat pmberitahuan kepada Bupati Bengkayang, Camat Bengkayang, Kejaksaan Negeri Bengkayang, Polres Bengkayang, DPRD Bengkayang, Puskesmas Rangkang.
“Kami melkaukan pemadaman listrik sementara hanya jaringan listrik yang menggunakan Gardu 66 Sekayoj saja. Sedangkan yang lain tidak dilakukan pemadaman,” tandasnya. (yopi)

Pergantian Tahun Baru Berujung Maut


Bengkayang (Kalbar Times). Pergantian tahun dari tahun 2013 dan memasuki tahun yang baru yakni tahun baru 2014 dimana seluruh dunia ikut merayakannya dan momen tersebut adalah saat yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua warga di dunia.
Dalam perayaan tahun baru tersebut masing-masing warga berbeda persi dalam merayakannya, Adapula yang merayakan tahun baru tersebut ada yang dengan cara berdoa ketempat ibadah dan ada pula yang merayakannya dengan membuat berbagai acara seperti konvoi motor ssambil meniupkan trompet bahkan ada yangmenggelarkan hiburan rakyat seperti band dengan artis artis yang sangat aduhai.
Disamping itu ada hal yang harus kita perhatikan secara benar terutama faktor keselamatan terutama bagi yang merayakan tahun baru dengan mengunakan kendaraan roda dua dan roda empat.
Nasib sial yang dialami oleh pasangan suami istri dimana Beben, 26th (suami) korban meninggal ditempat akibat kejadian tersebut.
Dimana kening pecah dan mata keluar dan Yasinta (istri), 24 th harus dirawat dirumah sakit dimana Yasinta mengalami koyak lutut kiri yang harus menerima puluhan jahitan dan kondisi selanjutnya bahwa paha kanan yasinta sulit digerakan
Menurut keterangan saksi bahwa pasangan suami istri ini ikut rombongan pawai menggunakan sepeda bermotor sebanyak 17 buah sepeda bermotor dari kampet ke arah simpang tiga (putaran 1) dan dilanjutkan putaran kedua dari arah simpang tiga Kecamatan Banyuke Hulu ke arah kampet, dalam aksi pawai tersebut Ia(Beben) yang membonceng istrinya menyelinap motor temannya didepan CU Pancur kasih  dan berhadapan dengan mobil carteran dengan KB 649 A dari arah darit membuat Ia(korban meninggal) hilang kontrol dan menabrak mobil carteran tersebut kejadian ini tepat  jam 01.5 menit tepatnya dimalam tahun baru.
Mendengar kejadian tersebut warga sekitar langsung berduyun –duyun menghampiri korban dan mengeluarkan korban dari bawah mobil bersama motornya yang terperangkap dibawah mobil sedangkan sang istri terpental saat berbenturan hingga beberapa meter dari sang suami, Een warga Kampet Desa Kampet Kecamatan Darit Kabupaten Landak.
Salah satu rombongan yang mengikuti pawai motor tersebut menghubungi Hariadi selaku Babinsa simpang tiga dan Hariadi melanjutkan laporan tersebut ke polsek Darit.
Selang waktu tiga puluh menit anggota kepolisian darit tiba di tempat kejadian perkara. Dalam kejadian tersebut Beben tewas seketika.
Melihat kejadian tersebut masyarakat langsung membawa korban ke rumah sakit setempat untuk tindakan perawatan sementara namun setelah itu korban dibawa ke RSUD Bengkayang guna pemeriksaan lebih lanjut. Menurut Hariadi dengan adanya kejadian tersebut tidak adanya terjadi tindakan yang anarkis dari pihak keluarga dalam hal ini saya selaku Babinsa simpang tiga ssangat menghargai sikap dan tindakan masyarakat yang sadar akan hukum dan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ditangan aparat untuk diselesaikan.
Belajar dari hal yang seperti ini diharapkan untuk masa yang akan datang agar kita lebih berhati –hati lagi dan jangan minum minuman keras saat mengendarai kendaraan agar kita terhindar dari hal yang tidak kita inginkan, jelas Hariadi kepada media ini dikediamanNya  senin 1 Januari 2014.
Ia juga menyayangkan sikap polsek darit yang tidak pernah membantu pengamanan saat  masyarakat perayaan tahun baru selama tiga tahun ini jadi kami harus kerja keras walaupun dengan anggota yang sangat terbatas. Kedepan diharapkan partisipasi polsek Darit dalam memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat.(yopi)                          
                                                                                                                                                                                                                                                                               
 

Tahukah Anda Kode Pos di Bengkayang

Kodepos adalah serangkaian angka dan/atau huruf yang ditambahkan pada alamat surat untuk mempermudah proses pemilahan surat. Sejak gencarnya pemekaran daerah, maka alokasi kode POS beberapa daerah tingkat 2 (DT2, Kota, Kabupaten) saling beririsan, khususnya kecamatan yang saling berdekatan. Namun demikian tetap tidak menjadi masalah, karena digit ke 4 dan ke 5 yang menunjukkan lokasi akhir dari kode POS tersebut.
Negara yang pertama kali memakai sistem kodepos adalah Jerman pada tahun 1941, lalu diikuti Inggris pada tahun 1959 dan Amerika Serikat pada tahun 1963.
Untuk Kecamatan Bengkayang yang merupakan daerah ibu kota kabupaten, untuk Desa Bani Amas ialah 79211, Bhakti Mulya 79213, Bumi Emas 79212, sedangkan untuk Kelurahan Sebalo, Desa Setria Budi dan Tirta Kencana ialah 79211.
Sampai dengan Februari 2005, 117 dari 190 negara anggota Universal Postal Union telah memiliki sistem kodepos masing-masing. Beberapa negara yang belum memiliki sistem kodepos adalah Irlandia, Hong Kong, Panama, dan Vietnam.
Kecamatan Capkala kode posnya ialah 79271, Jagoi Babang dan Siding ialah  79286, Ledo dan  Lumar 79283. Lembah Bawang, Samalantan dan Monterado ialah  79281.
Kecamatan Sanggau Ledo ialah 79284, Seluas 79285. Tujuh Belas 79251, Teriak 79214, Suti Semarang 79283, Sungai Betung 79211. Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan ialah 79271.
,

KPU Sewa Gedung Pesparawi Bengkayang Simpan Surat Suara

 
Ir Martinus Khiu
Bengkayang (Kalbar Times). KPU Kabupaten Bengkayang benar-benar telah siap menyukseskan Pemilihan Umum anggota DPR, DPD, DPRD tahun 2014 dengan mempersiapkan berbagai perlengkapan dan kebutuhan.
Iyos A, Divisi Logistik, Keuangan dan Rumah Tangga KPU Kabupaten Bengkayang melalui Usyanto, Kasubag Program dan Data mengatakan, pihaknya telah menata dan merapikan gudang KPU Bumi Sebalo.
"Kita lakukan ini untuk persiapan datangnya logistik pada Pileg 2014," terang Usyanto kepada Kalbar Times ditemui diruang kerjanya, Senin (9/12).
Ia melanjutkan, gudang untuk datangnya logistik pada Pemilu anggota DPR, DPD, DPRD tahun 2014 telah siap. bilik suara sudah dirapikan dan tinggal dikirim ke PPK se Kabupaten Bengkaynlang.
Usyanto memaparkan, pada Pileg 2014 kali ini seperti Pileg 2009 lalu yakni gudang yang ada di KPU Kabupaten Bengkayang akan digunakan untuk menyimpan bilik suara dan formulir yang dibutuhkan pada tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara 9 April 2014 mendatang.
"Berhubung gudang KPU Kabupaten Bengkayang sempit, maka kami akan menyewa Gedung PESPARAWI Kabupaten BENGKAYANG,"bebernya.
Usyanto menerangkan gedung Pesparawi disewakan untuk menyimpan surat suara Pileg 2014 dan tempat tersebut juga digunakan untuk melipat dan mensortir surat suara. (YOPI)

Senin, 11 November 2013

ANak yang selamat 






ibu dan anak yang meninggal akibat banjir bandang

Ibu dan Anak Mati di Terjang Banjir Bandang

Bengkayang (Kalbar Times). Banjir bandang yang terjadi pada Kamis (7/11) di Dusun Jage Desa Gamang Kecamatan Banyuke Hulu Kabupaten Landak yang mengakibatkan meninggalnya ibu dan anak asal  warga Paci Kecamatan Karangan Kabupaten Landak.
Ibu dan anak tersebut datang ke Desa Gamang untuk membantu keluarganya merumput ladang yang melintasi Sungai Ulu Samoang.
Saat hari Kamis pagi korban yang meninggal dunia yakni Marcelina Ebeng (ibu, Red), Francisko Aldi, (7 th) dan Aurelia Wilda (3 tahun) ke ladang keluarganya untuk merumput. Dimana saat Kamis tersebut hujan turun dengan deras seharian.
Di duga, saat Marcelina Ebeng (ibu, Red), Francisko Aldi, (7 th) dan Aurelia Wilda (3 tahun) menyeberang sungai Ulu Samoang pada sore harinya, tiba-tiba saat melintas sungai tersebut datang banjir bandang dan tiga anak beranak tersebut hanyut dibawa banjir bandang.
Alinis Warga Dusun Jage Desa Gamang Kecamatan Banyuke Hulu Kabupaten landak mengungkapkan, dirinya bersama warga lainnya mencari tiga anak beranak ini kenapa sampai sore dan malam belum juga datang ke rumah.
“Akhirnya saya bersama warga kampung mencari korban hingga tengah malam. Dan hasil pencarian kami nihil,” ungkap Alinis kepada Kalbar Times ditemui dikediamannya, Sabtu (9/11).
Ia melanjutkan, akhirnya pagi di hari Jumat (8/11). Alinis dan keluarganya kembali mencari Marcelina Ebeng (ibu, Red), Francisko Aldi, (7 th) dan Aurelia Wilda (3 tahun).
Akhirnya pencarian warga Dusun Jage tidak sia-sia. Dan Alinis menemukan Aldi yang sudah tidak bernyawa lagi di sekitar semak-semak sungai Ulu Samoang.
Kemudian warga Dusun Jage lainnya menemukan Marcelina Ebeng juga dengan sudah tidak bernyawa lagi tidak jauh dari Aldi.
“Berselang beberapa waktu kemudian, Aurelia Wilda (3 tahun) juga ditemukan oleh warga dalam kondisi selamat dimana ditemukan jauh dari kedua korban,”  terangnya.
Menurut pengakuan anak korban yang ikut terhanyut yakni Aurelia Wilda yang berusia tiga tahun dirinya merasa di dalam ayunan dan selamat. Sedangkan ibu dan abangnya meninggal dunia.
Dari pantauan Kalbar Times dilapangan, tampak hadir Badan Penanggulangan Bencana Nasional  dan Badan Nasional Bencana Daerah Kabupaten Landak (Theresia Limawardani dan enam orang lainnya, Red), Camat Banyuke Hulu (Konyis), Kepala Desa Gamang (Dominikus Rusni), Polsek Darit (sebanyak 15 orang), Koramil Darit (sebnayak 10 orang( datang langsung ke TKP pada Sabtu (9/11). (yopi)