Sabtu, 21 Januari 2012

Banyak Sumber PAD Bengkayang Yang Tak Tergarap


Bengkayang. selama 12 tahun Bengkayang menjadi kabupaten, tetapi PAD sangat minim sekali. Banyak sumber PAD yang belum digarap untuk mendongkrak pendapatan asli daerah BUmi Sebalo.
F Markim, anggota  DPRD Bengkayang mempertanyakan perusahaan yang ada di Kabupaten Bengkayang apakah membayar pajak di pusat, provinsi atau kabupaten. Karena selama ini kita tidak mengetahui pihak perusahaan membayar pajak dimana.
“Apakah perusahaan sudah membayar pajak, hingga saat ini kita masih belum mengetahuinya. Seandainya mereka membayar 100 milyar dan kita mendapatkan 10 persen, kan sudah lumayan untuk PAD Kabupaten Bengkayang,” kata Markim, ditemui diruang kerjanya, Rabu (18/1).
Markim melanjutkan, apabila saat ini pola kemitraan yang dibangun oleh perusahaan perkebunan, ia mengindikasikan hal tersebut manipulative semuanya. Karena banyak fakta yang terjadi dilapangan jauh dari isi kerjasama tersebut.
Apabila perusahaan jujur membayar pajak di pusat, dan NPWP di Bengkayang maka Kementrian Keuangan menyatakan bagi hasil dari pajak 100 milyar maka Bengkayang mendapat 50 persen. Sudah berapa pemasukan yang kita dapat.
Ini kan masuk ke dana perimbangan, pajak bagi hasil namanya. Sehingga bertambah PAD kita. Tidak ada aturan NPWP di pusat atau dimana saja, yang terpenting domisili. Karena kementrian keuangan bagi hasil berdasarkan domisili.
“Lihat Jakarta, walaupun lahan perkebunan tidak ada tetapi mereka kaya dikarenaka NPWP perusahaan perkebunan banyak dibuat di Jkaarta bukan di daerah bersangkutan,” ucap nya.
Ditambahkan oleh Edy Mustari, anggota DPRD Bengkayang. selain pajak, IMB juga wajib kita tegaskan kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di kabupaten ini. hal ini demipendapatan asli daerah Bumi Sebalo.
“2011 ini 15 milyar PAD kita, apabila instansi terkait bekerjasama dengan Polisi pamong praja datang ke perusahaan atau jemput bola dalam hal pembuata IMB, saya yakin PAD kita bertambah,” kata legislator dari Daerah pemilihan dua ini, kemarin. (cah)

Sabtu, 14 Januari 2012

Gidot Ingatkan Guru Kabupaten Bengkayang Persiapkan Murid Dalam UN 2012


Bengkayang. Ujian nasional tidak lama lagi akan dihelat. Tentunya jauh hari sebelumnay bukan hanya para pelajar dan guru saja yang harus mempersiapkan diri, tetapi dinas terkait juga ikut serta bertanggungjawab supaya UN kali ini berjalan dengan baik dan kelulusan siswa sesuai dengan target.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot SPd mengatakan, para siswa harus belajar lebih giat lagi dalam menghadapi Ujian nasional kali ini. Para pelajar kurangi aktivitas yang kurang bermanfaat menjelang ujian kali ini.
“Para guru persiapkan muridnya menghadapi UN kali ini. karena waktu efektif hanya tiga bulan lagi. Sehingga UN kali ini berjalan dengan baik, lancar dan aman dengan hasil akhir memenuhi apa yang telah diharapkan,” saran Gidot ditemui diDinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang, Kamis (12/1).
Gidot mengungkapkan, bukan target harus lulus berapa persen tetapi yang terpenting ialah persentase kelulusan siswa dan siswi lebih baik dari tahun sebelumnya. Perilaku siswa juga ditonjolkan dengan adanya perubahan-perubahan perilaku yang negative menjadi positif.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang, S Sinoor SH menerangkan, sosialisasi persiapan Ujian nasional 2012 sengaja diselenggarakan untuk menghadapi UN mendatang dikarenakan sisa waktu dirasakan tidak cukup.
“UN akan dilaksanakan April mendatang, Maret sudah ujian sekolah, jadi siswa hanya memiliki waktu belajar dua bulan saja.kita ingin menukseskan UN tahun ini dan lebih baik lagi hasilnya dari tahun yang lalu,” terang Sinoor kepada Equator ditemui diruang kerjanya, kemarin.
Sinoor menjelaskan, peserta yang hadir dalam sosialisasi kali ini dihadiri oleh kepala UPT, pengawas sekolah, sub rayon, kepala sekolah baik itu SMA, SMK dan SMP. Nantinya kepala UPT akan mensosialsiaskan kepada kepala sekolah ditingkat SD.
Sinoor mengingatkan, para guru harus sejak dini mempersiapkan anak didiknya untuk menghadapi UN. Dikarenakan hanya tinggal sebulan lagi persiapannya. 23 Maret mendatang di SMK sudah ujian teori dan praktek untuk kejuruan.
“Februari akan dilaksanakan try out baik itu di laksanakan oleh sekolah, dna dinas. Jadi, perlu persiapan yang matang. 2011 lalu hasil UN di SMK 100 persen, SMA 90 persen , SMP 85 persen dan SD 99,77 persen. Tahun ini harus lebih baik lagi,” harapnya. (cah)

Darwis Yakin Cornelis Menang Pilgub 2012

 Sebastianus Darwis SE MM
Bengkayang. Tahapan pemilihan umum gubernur dan wakil gubernur masih lama, tetapi suhu politik kian memanas. Walaupun banyak balon yang akan mengikuti perhelatan pemilu lima tahun sekali ini, Cornelis pasti unggul di Kabupaten Bengkayang.
Sebastianus Darwis SE MM, Ketua DPRD Bengkayang mengatakan, 2007 lalu pasangan Cornelis-Cristiandy berhasil meraup 68 persen suara atau sebanyak 68.019 suara di Bumi Sebalo.

Lima Kecamatan Di Bengkayang Terkena Banjir

 kondisi rumah terendam banjir di Dusun Tanjung Kecamatan Ledo
Bengkayang. banjir bukan hanya terjadi di tiga kecamatan seperti Seluas, Sanggau Ledo dan Ledo. Tetapi Kecamatan Jagoi Babang dan Sungai Raya Kepulauan juga terkena banjir.
Puji Siswanto, Ketua Tagana (Taruna Siaga Bencana) Kabupaten Bengkayang mengatakan, pihaknya lagi menunggu kedatangan bantuan social dari Dinas Sosial Kalbar untuk korban banjir yang ada di empat kecamatan di Bumi Sebalo.
“Hari ini Bantuan dari Dinas Sosial Kalbar datang, dan kami lagi menunggu. Apabila sudah tiba di kota Bengkayang, akan langsung kami salurkan ke lokasi banjir,” beber Puji kepada Equator ditemui di Terminal Bengkayang, Kamis (12/1).
Puji menyebutkan, setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkayang banjir, tetapi yang parah ada empat kecamatan yakni Kecamatan Seluas di Desa Seluas, Kecamatan Sanggau Ledo di Desa Danti, Kecamatan Ledo di Desa Lesabela dan Kecamatan Jagoi Babang di Desa Kumba dan Saparan.
Ia mengakui, telah mengirim anggota Tagana dimasing-masing lokasi banjir. Hari ini (kemarin, Red) Tagana Kabupaten Bengkayang akan  meluncur ke Seluas untuk membantu korban banjir sekalian memantaunya.
“Selagi kita masih mampu, tidak perlu meminta bantuan dari Provinsi walaupun mereka sudah menawarkan diri. Info yang saya dapat, satu korban akibat banjir bandang di KUmba yakni seorang lelaki tetapi kami masih belum mengetahui identitasnya dengan jelas, ini info dari anggota Tagana yang ada di Kecamatan,” kata Puji.
Y F Supariel M Spd MM, Sekretaris Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang menjelaskan, banjir di Bumi Sebalo sebenarnya ada lima, baru-baru ini ia mendapat laporan secara tertulis dari Camat Sungai Raya Kepulauan.
Ada banjir di Pulau Lemukutan, berdasarkan surat dari Kepala desa, camat dan data-datanya dan kita langsung member surat rekomendasi kepada Bupati Bengkayang untuk memberikan sumbangan yang dikeluarkan oleh BPBD Bengkayang.
Kami telah melakukan langkah-langkah dalam menangani banjir di lima kecamatan tersebut. Supariel mengakui, masih ada bantuan dari pusat seperti pakaian, selimut dan makanan. Dalam minggu ini kita akan menyalurkan bantuan tersbeut ke daerah banjir.
Kami mengakui lambat memberikan bantuan kepada korban banjir dibandingkan Dinas Sosial Kalbar, berhubung Kepala Dinas lagi ke Jakarta, jadi harap dimaklumi dan surat dari kecamatan baru sampai. Pihaknya hanya  dapat menindaklanjuti adannya musibah apabila ada surat dari camat dan didukung data-datanya.
“Kita kewalahan dalam membeli beras dikarenakan beras yang ada di Kota Bengkayang sangat mahal. Mau tidak mau harus ke Singkawang untuk membeli beras bulog,” keluh Supariel, kemarin.
Sebastianus Darwis SE MM, Ketua DPRD Bengkayang menyarankan, harus ada perhatian khusus dari Pemda Bumi Sebalo untukmembantu korban banjir. Mereka harus mengkalkulasikan kerugian yang ditimbulkan,memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak lagi bermukim di sekitar daerah aliran sungai.
“Bagi daerah yang rawan banjir seharusnya direlokasi ketempat yang lebih aman. Kita harus memberikan pengertian dan masukan kepada warga setempat secara persuasive,” saran Legislator PDI Perjuangan ini ditemui diruangkerjanya, kemarin.
Darwis  mengungkapkan, ia sering bertanya dengan warga di daerah rawan banjir. Kebanyakan mereka tidak ingin pindah dikarenakan sudah turun temurun tinggal didaerah tersebut dan banjir yang datang paling lama hanya tiga sampai seminggu saja.
Apalagi 2012 ini menurut BMKG bahwa curah hujan tinggi dan diakibatkan dampak elnino. Oleh karena itu, masyarakat setempat harus siap apabila datangnya banjir. Di Kabupaten Bengkayang yang rawan banjir tidak dapat ditangkal lagi.
“Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Sosial Kalbar dikarenakan telah memberikan bnatuan kepada masyarakat Kabupaten Bengkayang yang tertimpa musibah banjir. 2007 lalu saat banjir di Dusun Tanjung Desa Lesabela Kecamatan Ledo, mobil saya hampir hanyut saat melintas,” aku Darwis.
Kapolres Bengkayang, AKBP Veris Septiansyah menambahkan, tidak ada korban disemua kecamatan yang terkena banjir.  Di Kecamatan Seluas banjir telah menyusut 20 sentimeter dan kendaraan roda empat dapat melintas sedagkan roda dua belum dapat melintas.
“Memang benar di Desa Kumba Kecamatan Jagoi Babang banjir dan salah seorang warga hanyut tetapi telah ditemukan dan selamat,” tegas Veris via telepon seluler, kemarin. (cah)



Kamis, 12 Januari 2012

Banjir di Ledo Capai Tiga Meter

BENGKAYANG. Cuaca yang tidak menentu membuat tiga Kecamatan yang ada di kabupaten Bengkayang terendam banjir.
Kapolres Bengkayang, AKBP Veris Septiansyah mengatakan, hari ini (Kemarin, Red) ia bersama jajarannya memantau banjir di dua kecamatan yang ada di Bumi Sebalo yakni Ledo dan Seluas.
“Saat ini kami masih belum mengetahui seberapa banyak kerugian yang ditimbulkan akibat banjir di Pasar Seluas, karena hujan turun dengan deras sekarang,” terang Veris kepada Equator via telepon seluler, Selasa (11/1).
Kapolsek Ledo, Iptu Asep Mustopa Kamil menerangkan, banjir diwilayah kerjanya sudah berlangsung tiga hari ini sejak Minggu (9/1) lalu. Tetapi Senin (10/1) air sudah naik ke jalan raya Sanggau Ledo.
“Sebanyak tiga titik banjir yang parah di Kecamatan Ledo yakni di Dusun Steher, Tanjung dan Keruing, ketiganya merupakan wilayah Desa Lesabela,'rinci Asep ditemui diruang kerjanya, kemarin. 
Asep menjelaskan, sebanyak 373 kepala keluarga rumahnya yang terendam banjir di Kecamatan Ledo. Ia mengakui belum mengetahui berpa jumlah kerugian yang timbul akibat banjir tersebut. Asep bersyukur dikarenakan dlam banjir kali ini tidak ada menimbulkan korban jiwa.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Asep menyebutkan, bahwa pihanya dan Camat Ledo telah memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mengungsi di kantor UDKP Kecamatan Ledo.
“Kami telah menyiapkan tempat pengungsian di UDKP dan sampai saat ini belum ada warga yang mengungsi ditempat yang telah disiapkan. Mereka masih bertahan dikediaman masing-masing, hanya dua kepala keluarga yang mengungsi di Masjid yang berada di Pasar Ledo,” beber Asep.
Asep melanjutkan, alasan warga tidak mau mengungsi di UDKP dikarenakan ada masyarakat yang mengungsi di rumah tetangga dan keluarga. Walaupun rumah mereka terkena banjir, mereka tidur di loteng atau di lantai dua.
Asep merincikan, ketinggian banjir yang berada di Steher mencapai tiga meter, di Tanjung setinggi tiga meter bahkan telah mencapai as jalan dengan tinggi kurang lebih setengah meter. Sedangkan di Keruing pas lantai warga dan merupoakan daerah yang terisolir karena wilayah tersebut curam dikiri kanannya bukit.
Selain memberikan himbauan kepada warga sekitar, pihaknya juga berjaga di as jalan yang tergenang banjir dengan  memberikan tanda dnegan tali rapia supaya pengguna jalan tidfak terperosok dan terlalu kepinggir.
Asep menegaskan, pihaknya akan siap 24 jam untuk memantau banjir yang ada di wilayah kerjanya. Walaupun jumlah personil yang ada hanya 13 orang yang jauh dari jumlah ideal suatu Polsek.
“Sudah tiga kali ini banjir di Ibu Kota Kecamatan Ledo, yakni Desember 2011 lalu dua kali dan yang sekarang.  Banjir paling parah 29-30 Desember 2011, lalu lintas terputus dari Sanggau ledo menuju Bengkayang,” kata Asep.
Maryadi, anggota DPRD Bengkayang saat ditemui dikediamannya di Pasar Ledo menyebutkan, tidal dapat berbicara banyak dengan banjir yang terjadi di ibu kota Kecamatan Ledo. Bagi warga Ledo dengan kedatangan banjir sudah hal yang biasa.
“Bukan hanya Ledo dan Seluas saja banjir, Dusun MomongDesa Danti Kecamatan Sanggau Ledo juga banjir. Saya mendapat laporan dari Kadesnya tadi melalui telepon seluler,” ucap Ketua DPC PAN Bengkayang ini, kemarin.
Salah satu warga Dusun Tanjung Desa Lesabela Kecamatan Ledo yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan, sudah tiga hari ini banjir datang, namun tidak begitu parah dibandingkan pada 29-30 desember 2011 lalu.
"Badan jalan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan harus pakai tambang baru bias melintas. Sedangkan kendaraan roda empat bisa melintas dengan dipaksa,” aku bapak berambut ikal dan berkulitsawo matang ioni ditemui di Dusun Tanjung.
Ia menyebutkan, dikarenakan banjir, sudah beberapa hari ini tidak dapat noreh getah dan tidak miliki uang. Pakaiannya sekeluarga basah semua dan mengungsi di rumah tetangga yang tidak terkena banjir.
Ia mengakui letak rumahnya di pinggiran DAS Ledo dan kini rumahnya sudah terendam banjir sampai ke bumbung rumah. Apabila banjir semakin naik, untuk mencari uang ia menawarkan tambang bagi kendaraan yang melintas. (cah)

Senin, 09 Januari 2012


Bengkayang Serius Kembangkan Adat dan Budaya

 rumah adat sub suku dayak bidayuh di Sebujit
Bengkayang. Muchdy, Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkayang mengatakan, selama 2012 ini sebanyak empat agenda penting yang tidak boleh diganggu gugat pelaksanaannya.
“Keempat agenda tersebut merupakan event penting yang bertaraf nasional bahkan internasional,” tegas Muchdy kepada Equator diruang kerjanya, Senin (10/1).
Muchdy menjelaskan, ke empat agenda tersebut ialah Festival budaya Bumi Sebalo dibarengi dengan HUT Pemda Bengkayang dan gawenya TP PKK Kabupaten Bengkayang pada bulan April.
Dilanjutkan pada bulan Juni yakni Nyobeng di Sebujit Kecamatan Siding. Kemudian festival adat dan budaya se Kalbar yang diselenggarakan di Yogyakarta.
Dimana tahun 2012 jatah mahasiswa asal Bengkayang yang menjadi tuan rumah pada bulan Oktober. Parade lagu-lagu nusantara di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta pada bulan Desember mendatang.
“Sanggar asal Kecamatan Capkala akan mewakili Kabupaten Bengkayang di TMII Jakarta, karena pada Festival Budaya Bumi Khatulistiwa 2010 lalu merupakan kampium.
Muchdy melanjutkan, 2011 lalu diselenggarakan festival adat dan budaya dayak bakati di TMII.  Kegiatan tersebut diselenggarakan selama delapan hari dan dihadiri oleh 30 duta besar dari luar negeri, kepala SKPD se-Kabupaten Bengkayang. Dan dibuka oleh Wakil Bupati Bengkayang.
Muchdy mengungkapkan, ia dan jajarannya tahun ini lebih giat lagi mempromosikan adat, budaya dan pariwisata yang ada di Bumi Sebalo.
“Dalam pemilihan sanggar untuk mewakili Kabupaten Bengkayang dalam segala event baik itu tingkat provinsi maupun nasional, kami memilih yang berprestasi bukan asal copot atau jemput bola,” terangnya. (cah)