Minggu, 25 September 2011

Masyarakat Rawat Bantuan Pemerintah


Bengkayang-KALIMANTAN BARAT

Pemotongan padi perdana dalam rangka Panen Raya Padi Varietas Unggul Baru (VUB) Inhibrida Padi Irigasi (Inpari) 4 dan 6 di Desa Cipta Karya Kecamatan Sungai Betung berlangsung sukses. Bupati berharap masyarakat dapat merawat bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot mengatakan, keberanian para Poktan II Desa Cipta karya untuk mencoba padi varietas unggul baru Inpari 4 dan 6 ini patut untuk menjadi  percontohan bagi para Poktan-poktan yang lain, karena ini erat kaitannya dengan usaha Pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan yang ada.
“Lahan serta bangunan yang sudah dibangun Pemerintah khususnya untuk bidang pertanian agar dirawat dengan baik dan digunakan sesuai fungsinya,” imbau Wakil Bupati Bengkayang periode 2005-2010 ini di Sungai betung, belum lama ini.
Ketua Umum DPD Partai Demokrat ini menjelaskan, ditahun kedepan diharapkan kepada poktan-poktan yang ada agar dapat lebih mengembangkan padi varietas unggul baru Inpari yang lebih baik dari inpari 4 dan 6 agar kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.
Ketua Panitia Penyelenggara Petrus Diaz, S. TP mengatakan bahwa penyemaian lahan dilakukan pada 19 mei 2011 dan penanamannya dilakukan pada 09 Juni 2011. Adapun metode  yang digunakan dalam proses penanaman padi kali ini menggunakan sistem Tandur Jajar Legowo, dengan uji varietas Inpari 4 dan 6 dan menggunakan sistem pengendalian hama terpadu.
“Dengan adanya uji varietas baru Inpari 4 dan 6 diharapkan dapat memperoleh hasil yang maksimal,” harap Diaz yang juga Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bnegkayang ini, kemarin.
Dari pantauan awak koran ini dilapangan, tampak hadir Kepala Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian Prop. Kalbar, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultural Prop Kalbar, Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Prop. Kalbar, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Ketahanan Pangan Prop. Kalbar, Para Kepala SKPD. (cah)
 

Senin, 12 September 2011

Masyarakat Butuh Sentuhan Pembangunan


 Bengkayang. 12 tahun sudah Bengkayang menjadi kabupaten. walau masih tergolong muda, sudah banyak pembangunan yang telah dilakukan terutama di ibu kota kabupaten. Masyarakat yangberada di kecamatan dan perdesaan masih membutuhkan pemda dan DPRD membangun daerahnya. Warga butuh sentuhan pembangunan infrastruktur.
Suryadman Gidot, Bupati Bengkayang mengajakanggota DPRD Bengkayang dan seluruh elemen masyarakat Bumi Sebalo untuk mengejar ketertinggalan kabupaten ini. Ia sadar tidak dapat memenuhi keinginan warga Bumi Sebalo karena ada kendala-kendala dilapangan.
“Tetapi kita tetap berjuang untuk mengentaskan kemiskinan. Masyarakat Kabupaten Bengkayang masih butuh sentuhan-sentuhan pembangunan. Bagi yang mengambil kebijakan, banyak upaya yang dilakukan tetapi waktu yang begitu singkat sehingga tidak cukup waktu untuk memenuhinya,” ungkap Gidot ditemui di DPRD bengkayang, kemarin.
Gidot melanjutkan, tugas kita bersama adalah macam mana caranya daerah ini maju dan berkembang. Apabila kitaberkomitmen, banyakyangmelirik Bumi Sebalo terutama investor. Dan apabila kita keluar dari komitmen untuk membangun kabupaten ini ia yakin Kabupaten Bengkayang susah berkembang.
Tentunya untuk merelalisaiskannya butuh waktu dan kerja keras serta kerjasama seluruh elemen masyarakat Bumi Sebalo. HUT DPRD Bengkayang yang ke 12 tahun ini dan ke dua bagi periode 2009-2014. Dijadikan repleksi apa yang telah diperbuat dan apa yang belum diperbuat. Ini yang harus kita renungkan bersama. Ia mengajak seluruh warga Bumi Sebalo untuk mendukung legislatif untuk memajukan Kabupaten Bengkayang.
Wakil Ketua DPRD Bengkayang, Yulius Nesor menuturkan, dengan semakin bertambahnya usia DPRD Bumi Sebalo, semakin meningkatkan kinerja legislative untuk memajukan kabupaten yang kita cintai ini.
“Sebagai lembaga politik yang ada di Bengkayang, semoga semakin mantap dan maju. Mungkin pola kerja lebih baik ditingkatkan untuk mmberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ajak Sekretaris DPC Partai Demokrat ini ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Mari kita bersama-sama  membangun Kabupaten Bengkayang, kita kejar ketertinggalan Bumi Sebalo dari kabupaten lain yang ada di Kalbar. Mudah-mudahan dengan keuletan dan kerja keras seluruh elemen masyarakat akan tercapai cita-cita yang kita inginkan bersama.
Saat awak Koran ini menanyakan, kenapa anggota dewan Bengkayang tidak seperti legislative di kabupaten lain yang ada di Kalbar yang proaktif dan kooperatif berbicara di media. DPRD Bengkayang malah sebaliknya, pasif dan tidak kooperatif.
“Tidak semua anggota DPRD Bengkayang yang pasif dan tidak kooperatif. Hanya mungkin teman-teman legislative sibuk atau tidak ada waktu untuk ketemu dengan wartawan untuk bebicara melalui media mengenai permasalahan yang ada di Bumi Sebalo,” tegasnya.
Informasi yang diperoleh awak Koran ini dilapangan, pelaksanaan hari ulang tahun Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkayang ke 12 priode kedua 2009-2014 dimulai dengan gerak jalan sehat, ramah tamah dengan eks anggota dewan, dan pertandingan footsal dengan memperebutkan piala DPRD.  (cah)






Masyarakat kecamatan Lumar Adu ke Dewan


Bengkayang. Musrenbang yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Bengkayang setiap tahunnya tidak membawa perubahan yang berarti. Masih banyak keinginan warga kecamatan Lumar dalam hal pembangunan tetapi tidak dapat dipenuhi oleh eksekutif. Masyarakat pun akhirnya mengadu permasalahan yang terjadi di desanya kepada legislator.
Yopi Cahyono, Warga Desa Belimbing menuturkan, bukan hanya di Desa Seren Selimbau saja yang bermasalah dalam proyek PNPM MP. Di Desa Belimbing dan Lamolda juga mengalami hal yang sama. Khusus didesanya, proyek pipanisasi hingga saat ini masih bermasalah.
“Warga Dusun Sempayuk dan Sekinyak menginginkan air bersih, tetapi dalam hal pelaksanaannya. Program Pipanisasi GATOT alias gagal total.  Rencananya air bersih diambil dari Dusun Sei Sibo tetapi sampai saat ini air tidak mengalir,” papar bapak dua anak ini, kemarin.
Sito, Warga Desa Lamolda menerangkan, sama halnya dengan program PNPM MP di Dusun Baremada. Kami mendapatkan program penerangan dimalam hari dengan menggunakan listrik tenaga diesel dengan berbahan bakar solar, tetapi hanya beroperasi beberapa bulans aja.
“Lucunya, saat warga meminta surat garansi  mesin diesel tersebut, para pengurus tidak dapat menunjukkannya. Saya mengindikasikan mesin tersebut dibeli oleh fasilitator teknik Kecamatan Lumar barang bekas atau seken,” ucap Sito ditemui diJalan Sanggau Ledo, kemarin.
Saat ini, ia mengakui untuk menerangi di malam hari di dusunnya menyewa mesin diesel milik warga setempat. Dengans etiap bulan per kepala keluarga diwajibkan membayar pemakaian listrik sebesar 120 ribu rupiah, dan banyak penduduk setempat yang snaggup membayar demi terang benerangnya dimalam hari.

Geradus, Anggota Komisi B DPRD Bengkayang mengatakan, masyarakat Kecamatan Lumar khususnya Desa Seren Selimbau masih membutuhkan sentuhan infrastruktur jalan. Ia mengetahui ini saat melakukan reses di desa tersebut beberap waktu lalu.
“Mayoritas Masyarakat Desa Seren Selimbau meminta pembangunan infrastruktur jalan. Karena selama ini desa tersebut tergolong terisolir di Kecamatan Lumar dan daerah tertinggal,” ungkap Legislator dari Daerah Pemilihan tiga ini ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Legislator dari Partai Hanura ini mengungkapkan,  akses jalan darat sangat dibutuhkan warga setempat karena merupakan jalur satu-satunya untuk ke ibu kota kabupaten dan menjual hasil pertanian. Apalagi mayoritas penduduk setempat bermata pencaharian dibidang pertanian.
Ia mengakui, masyarakat Seren Selimbau tidak menginginkan yang lain, mereka hanya meminta pemerintah daerah untuk membangun jalan. Selain itu, warga setempat mengeluh dengan tidak adanya penerangan dimalam hari yakni listrik dari PLN.
“Untuk penerangan dimalam hari, warga menggunakan genset dan mesin diesel yang berbahan bakar bensin dan solar. Ada pembangkit listrik tenaga air di Seren Selimbau dari proyek PNPM MP, tetapi hanya beberapa bulan saja aktif, sisanya tidak dapat digunakan lagi karena kesalahan teknis,” beber Garadus.
Saat awak Koran ini menanyakan, kenapa DPRD Bengkayang masih melakukan reses padahal ada musrenbang dari tingkat desa sampai ke pusat. “Lebih efektif reses dibandingkan musrenbang. Karena kamis elaku legislative tau betul apa permasalahan ditengah-tengah masyarakat dan keinginan mereka dalam pembangunan,” tegasnya.
Garadus menjelaskan, dari hasil reses tersebut, dalam rapat kerja anggota dewan apa yang telah dilakukan masing-masing legislator dipaparkan dalam rapat tersebut. Dan ini akan dibahas dalam penggunaan anggaran dan apa yang dipioritaskan dalam pembangunan di kecamatan.
Ia mengakui, musrenbang yang sering dilakukan tidak membawa arti yang lebih baik untuk pembangunan di perdesaan. Karena banyak usulan-usulan dari desa yang tidak dipenuhi. Parahnya, lain keinginan masyarakat untuk dibangun, lain pula pemda Bengkayang membangunnya.
Sebagai putra asli Kecamatan Lumar, ia tergerak hati untuk membantu masyarakatnya. Apalagi ia terpilih karena dipilih oleh rakyat. Kepentingan warga lebih diutamakan dibandingkan kepentingan kelompok atau individu. (cah)


Sabtu, 10 September 2011

PSSI Sulit Cari Atlit, SSB Garuda Gelar Piala U17 dan U 13



Bengkayang. Ketua Harian PSSI Kabupaten Bengkayang, Tarmizi, mengungkapkan, sangat berterima kasih kepada teman-teman yang ada di Kecamatan karena telah menghidupkan kembali persepakbolaan yang ada di Bumi Sebalo. Walaupun masih beberapa kecamatan yang mati suri.
“Salah satu program dari PSSI Bengkayang adalah mencari bibit dan talenta muda dalam persepakbolaan di Bumi Sebalo untuk menjadi atlit dan mewakili kabupaten kita di semua ajang yang diselenggarakan ditingkat provinsi,” ungkap Tarmizi yang juga Bendahara KONI Bengkayang ini ditemui diruang Kerjanya, kemarin.
Dalam pencarian bibit dan talenta muda persepakbolaan yang ada di Bnegkayang, perlu adanya dilakukan turnamen. Dengan adanya kejuaraan, akan Nampak dan timbul bibit dan talenta yang dimiliki oleh genarasi muda Bumi Sebalo.
Ia mengakui 2011 ini di seluruh kecamatan menyelenggarakan turnamen sepakbola. Dan KONI Bengkayang menenatapkan pada bulan Agustus sebagai piala kemerdekaan. Hal ini dimaksud, untuk menghargai dan memeriahkan HUT RI dan sekaligus mencari bakat dan talenta di bidang sepakbola.
Dari data yang ia peroleh, baru beberapa kecamatan yang menyelengarakan piala kemerdekaan, seperti Seluas, Sanggau ledo, Lumar, Bengkayang, Samalantan, Teriak, dan Sungai Betung. Ia berharap tahun depan seluruh kecamatan yang ada di Bumi Sebalo menyelenggarakan piala kemerdekaan.
Saat awak Koran ini menanyakan, bagaimana dengan kejuaraan sepakbola U-17 dan U-13 yang diselenggarakan oleh SSB (Sekolah Sepakbola Bengkayang) Garuda. “Sebagai Ketua Harian PSSI Bengkayang, saya sangat berterima kasih kepada teman-teman yang membantu PSSI untuk mencari bakat dan talenta muda terutama dibawah usia 17 dan 13. Karena selama ini kita kesulitan untuk mencari atleit dalam usia tersebut untuk mewakili Kabupaten Bengkayang,” katanya.
 Yakobus Niron, Ketua Umum Panitia Kejuaraan Sepakbola U-17 dan U-13 Garuda Cup I mengatakan, dalam rangka kegiatan Hari Olahraga Nasional dan kepedulian akan pembinaan pemain belia di Kabupaten Bengkayang serta program kegiatan sekolah sepakbola kegiatan ini dilakukan.
“Para peserta ialah club sepakbola atau sekolah yang berada di Kabupaten Bengkayang dan para pemainnya di bawah usia 17 tahun dan 13 tahun. Dengan dibuktikan fotocopy akte kelahiran atau ijazah,” terang Niron ditemui dikediamannya.
Seponis Dentri, Presiden GFC (Garuda Football Club) menjelaskan, kompetisi yang akan dilaksankan adalah turnamen sepakbola yang dibagi dalam dua kejuaraan menurut kelompok usia yaitu di bawah 17 tahun per 1 Agustus 2011 dan kelompok usia di bawah 13 tahun per 1 Agustus 2011.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menstimulus tumbuhnya minat dan potensi baru baik pemain, club dan masyarakat pecina sepakbola sejak usia belia khususnya di Kabupaten Bengkayang,” jelas Dentri di temui di Lapangan Sepakbola BRC, belum lama ini.
Dentri melanjutkan, hingga saat ini sudah ada 13 club yang mendaftar pada U-17. Dan telah dibagi menjadi empat grup. Ia menyebutkan, waktu pertandingan dipress tanpa ada waktu luang sejak 9-25 September mendatang.
Para peserta yang mengikuti kejuraan kali ini berasal dari SMA yang ada di KabupatenBengkayang. Total hadiah yang akan diperebutkan sebesar lima juta rupiah ditambah piala bergilir dan piala tetap serta piagam bagi pemenang. (cah)

Jelang Musda Demokrat Kalbar, Karakter Gidot di Bunuh


Gidot: Apabila ada pesan dari kelompok tertentu yang ingin menjatuhkan dirinya, saya mengindikasikan ada ke arah itu

Bengkayang. Setelah sekian lama kursi kepemimpinan DPD Partai Demokrat Kalbar bersifat Pelaksana Tugas (Plt.), tampaknya dalam waktu dekat ini kursi panas tersebut akan segera terisi secara definitif jika saja pada tanggal 15 September ini Musyawarah Daerah (Musda) II terealisasi.
Seperti diketahui, sebelum ini, Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar periode 2006-2011 dijabat oleh (Alm.) Drs. H. Henri Usman (63). Usia kepemimpinan Henri Usman tak berlangsung lama karena pada 30 April 2009, mantan Sekda Propinsi Kalbar itu meninggal dunia.
Bersamaan dengan meninggalnya Henri Usman itupula, terjadilah kekosongan kursi kepemimpinan ditubuh partai tersebut. Berarti per tanggal 15 September 2011 selama 28 bulan DPD PD Kalbar tanpa dikomandoi oleh seorang ketua definitif.
Adapun penunjukkan Muda Mahendrawan sebagai Ketua hanyalah bersifat Pelaksana Tugas (Plt.) sesuai dengan Surat Keputusan (SK) DPP PD Nomor 77/SK/DPP.PD/DPD/IX/2009 tentang Pengangkatan Pelaksana Tugas Ketua DPD PD Provinsi Kalbar. Surat tertanggal 30 September 2009 itu ditandatangani langsung oleh pengurus DPP.
Musda II DPD PD Kalbar yang rencananya akan digelar pada 15 September sejatinya merupakan rencana yang sudah beberapa kali digaungkan oleh Pengurus partai pemenang pemilu legislatif 2009 tersebut pada beberapa media setempat. Terutama pada Januari dan Maret 2011 yang lalu.
Sebagai partai besar, perebutan pucuk pimpinan menjadi daya tarik yang sangat besar bagi para kader demokrat Kalbar.
Tak heran jika jauh hari menjelang Musda beberapa nama yang dikabarkan akan maju bertarung terus mencuat di Media Massa. Sebut saja Ketua DPC PD Bengkayang yang juga Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, S.Pd, Nicodemus R. Toun, Muda Mahendrawan, Bambang Widyanto, Ari Pudyanti, termasuk Milton Crosby.
Seiring dengan hal itupula, tak heran manuver-manuver politik turut bermunculan meski sebagian besar belum memastikan diri bertarung dalam Musda beberapa hari kedepan. Terhangat adalah kembali mencuatnya kasus korupsi DPRD Kabupaten Bengkayang pada tahun 2003-2004 yang dalam beberapa hari ini terus dimunculkan oleh salah satu media lokal daerah ini.
Pembunuhan karakter terhadap salah satu kader terbaik Partai Demokrat Kalbar ini (memenangi Pilkada Bengkayang 2010 dan Pileg 2009 Bengkayang) seolah menjadi senjata klasik bagi lawan politik saat yang bersangkutan hendak menjalani sebuah dinamika politik.
Mesti diingat, ketika perebutan Ketua DPC PD Bengkayang periode 2005-2010 isu korupsi DPRD ini mulai dimunculkan. Setelah itu, menjelang Pilkada Bengkayang 2005 saat Suryadman Gidot mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati periode 2005-2010 mendamping Drs. Jacobus Luna, M.Si, isu tersebut juga dimainkan oleh lawan politiknya.
Tak berhenti sampai disitu, setelah senyap beberapa tahun, kasus ini kembali mencuat pada tahun 2009 atau satu tahun menjelang Pilkada Bengkayang 2010. Bahkan pada tahun 2009, kasus ini mencuat hingga ke meja hijau.
Padahal menurut kuasa hukum, Zakarias, SH yang menangani berkas perkara Aloysius Kilin dkk dan Patinus Ujik dkk telah dinyatakan (vonis) bebas oleh Mahkamah Agung (MA) terhadap perkara Nomor Register Perkara 1251K/Pidsus/2011 dan 1236K/Pidsus/2011.
“Dengan mengesampingkan KUHAP dan Vonis Bebas terhadap berkas perkara Aloysius Kilin dkk dan Patinus Ujik dkk tersebut, pihak Kejaksaan terlalu memaksakan diri untuk melakukan upaya hukum yang lebih tinggi, yakni Kasasi,” terang Zakarias, SH.
Lebih lanjut, Zakarias menjelaskan bahwa perkara yang dihadapi oleh Aloysius Kilin dkk maupun Patinus Ujik dkk merupakan perkara yang sama dengan empat berkas perkara lainnya yang belum dinyatakan bebas, dimana Suryadman Gidot termasuk didalamnya.
Padahal, empat berkas perkara tersebut memiliki kesamaan dengan perkara yang telah divonis bebas termasuk jumlah uang, jumlah anggota DPRD, tempat tujuan yang sama.
Berdasarkan amar putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkayang, Kamis, 29 Juli 2010, Hakim Ketua Jimmy Wemphy Lantu, SH menvonis bebas 12 Anggota DPRD pada berkas perkara Aloysius Kilin dkk dan Patinus Ujik dkk.
Ke-12 Anggota DPRD yang didakwa melakukan tindak pidana korupsi tersebut dinyatakan bebas karena perbuatan para terdakwa dianggap tidak memenuhi unsur melawan hukum dan tidak melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi.
Keuangan negara juga tidak dirugikan. Para terdakwa menurut Majelis Hakim melaksanakan perjalanan dinas dan bukan fiktif. Di persidangan sebelumnya, para terdakwa mampu menunjukkan bukti perjalanan dinas ke Cianjur, Sukabumi dan Jakarta.
Bukti yang disertakan berupa plakat, sertifikat, foto, dan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang dicap instansi tujuan. Biaya perjalanan dinas yang digunakan telah sesuai dengan kedudukan sebagai wakil rakyat.
Sedangkan JPU dalam dakwaan subsider berpedoman pada Surat Bupati Bengkayang Nomor 43 Tahun 2004 tentang ketentuan pelaksanaan dan standar satuan biaya perjalanan dinas dalam negeri sipil bagi PNS.
Zakarias lantas mempertanyakan pemahaman Jaksa terhadap aturan hukum yang berlaku terkait kekuatan hukum yang lebih tinggi antara KUHAP dengan Surat Edaran MA. Hal ini karena tuntutan terhadap empat berkas yang dilakukan Jaksa berdasarkan Surat Edaran MA sementara kekuatan hukum Surat Edaran tersebut berada dibawah KUHAP.
 Ia menyebutkan berdasarkan KUHAP Pasal 224, terhadap putusan perkara pidana yang diberikan pada tingkat terakhir oleh pengadilan lain selain dari Mahkamah Agung, terdakwa atau penuntut umum dapat mengajukan permintaan pemeriksaan kasasi kepada Mahkamah Agung kecuali terhadap putusan bebas.
Ia menilai, apabila empat perkara tersebut tetap dilanjutkan maka hal itu merupakan upaya untuk menghabiskan anggaran Negara untuk menyelenggarakan persidangan. Bagaimana tidak, untuk mencapai proses bebas dua berkas saja telah terjadi belasan kali persidangan.
Pembunuhan Karakter
Kini, menjelang Musda II DPD Partai Demokrat Kalbar, kasus yang sama kembali mencuat. Apakah ini juga merupakan bagian dari Manuver Politik seseorang untuk menghadang laju Suryadman Gidot menduduki KB 1 Partai Demokrat Kalbar ?
Belum ada bukti yang mengarahkan mencuat kembali kasus ini merupakan upaya pembunuhan karakter terhadap figur muda Partai Demokrat dari Kabupaten Bengkayang.
“Kasus ini selalu muncul ketika yang bersangkutan (Gidot) akan mengikuti sebuah dinamika politik sejak 2004 hingga sekarang. Anehnya proses hukum terhadap dua berkas yang telah dinyatakan bebas dan empat berkas lainnya seakan menunjukkan perkara yang berbeda,” ungkap pengamat politik, Krisantus, S.Sos ketika dimintai komentar, Kamis (8/9), terhadap maraknya pemberitaan dimedia cetak dan online terkait kasus korupsi anggota DPRD Bengkayang 2004 akhir-akhir ini.

Tanpa mengesampingkan faktor hukum, secara kaca mata politik, Alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (ISIP) Untan 2007 ini menilai dimunculkannya kembali kasus tersebut menjelang Musda II DPD PD Kalbar merupakan upaya pembunuhan karakter terhadap Suryadman Gidot sebagai salah satu kandidat kuat dalam pertarungan memperebutkan kursi Ketua DPD PD Demokrat Kalbar periode 2011-2016 melalui pemberitaan di media massa.
Salah satu upaya yang paling efektif untuk merusak reputasi seseorang adalah melalui pemanfaatan media massa oleh oknum tertentu. Efektif karena masyarakat sebagai objek yang menjadi sasaran untuk mengetahui maksud dari oknum tersebut dapat dengan mudah menyebar dan diakses. Apalagi saat ini, peranan Pers tidak hanya sebagai media penyebar informasi semata, tetapi juga sebagai media edukasi serta sebagai lembaga kontrol sosial dan kebijakan publik.
“Meski mencuatnya pemberitaan tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap jumlah suara yang berhak memiliki Ketua DPD PD Kalbar dalam Musda II mendatang, namun sangat memberikan pengaruh terhadap kepercayaan masyarakat terhadap figur Suryadman Gidot,” tandas Krisantus.
Suryadman Gidot SPd, Bupati Bengkayang mempertanyakan kenapa kasus korupsi DPRD 1999-2004 muncul kembali disaat ia mencalonkan diri di bursa Ketua Umum DPD Partai Demokrat Kalbar. Ini merupakan pertanyaan besar baginya.
“Apabila ada pesan dari kelompok tertentu yang ingin menjatuhkan dirinya, saya mengindikasikan ada ke arah itu. Kasus lapor-melapor terjadi saat Pilkada 2005, timbul lagi Pemilukada 2010.dan timbul lagi perebutan Ketua DPD PD Kalbar,” kata Gidot via pesan singkat kepada Equator, belum lama ini. (cah)

Ketua DPRD dan Bupati Sepakat Ajak Masyarakat Bangun Bengkayang Lebih Maju

 Ramahtamah dalam rangka hut dprd bengkayang ke-12