PETUGAS MENUNJUKKAN HASIL TANGKAPAN
Bengkayang Beranda Kalbar merupakan media online yang dimiliki masyarakat Bumi Sebalo yang memberitakan setiap hari yang ada di Kabupaten Bengkayang secara eksklusif dan riil dilapangan.
Minggu, 25 September 2011
Dukungan masyarakat Modal Pembangunan Bengkayang
Bengkayang-KALIMANTAN BARAT.
Pemerintah
Kabupaten Bengkayang menggelar halal bihalal 1 Syawal 1432 dengan dihadiri
ratusan warga mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh
wanita beserta para pejabat derah di Kabupaten Bengkayang. Dalam halal bihalal
itu, hadir Bupati Bengkayang, Suryadaman Gidot, Bupati Bengkayang priode
2005-2010, Jakobus Luna.
Suryadman Gidot, Bupati Bengkayang menjelaskan, halal bihalal yang dilakukan merupakan kesempatan baik untuk menyatukan visi bersama dalam pembangunan. Gidot mengharapkan halal bihalal menjadi ajang bagi seluruh elemen untuk bergandengan tangan.
"Kami mengharapkan dukungan seluruh elemen, ini sebagai modal besar untuk pembangunan Bengkayang lebih baik kedepan. Saya mengajak untuk memelihara ketentraman dan ketertiban. Mari kita menjadi garda terdepan memerangi kebodohan dan kemiskinan," kata Gidot.
Dalam halal bihalal yang dirangkaikan dengan syukuran HUT RI tersebut, Gidot mengajak semua kalangan untuk menjaga keamanan, kedamaian dan ketertiban.
"Kita semua cinta kedamaian, karena damai itu indah, dan kita benci perselisihan karena merugikan kita semua," tambah Bupati yang baru terpilih sebagai ketua DPD Demokrai Kalimantan Barat.
Gidot mengajak semua elemen untuk mempertahankan hal hal yang sudah baik, hal hal yang baik itu kemudian ditingkatkan, untuk mempertahankan hal hal yang baik tersebut diperlukan peranan tokoh agama, tokoh masarakat, para pemuda, wanita untuk meweujudkan nilai nila kebaikan.
"Hidup dunia hanya sementara, hanya sebagai ladang untuk mencari kebajikan yang kelak akan dipertanggungjawabkan ke Pada Tuhan Swt," ujar Gidot.
Halal bihalal yang dilaksanakan sekitar pukul 10.00 pagi itu berlangsung ceria dengan siraman rohani yang disampaikan Ustaz Miftahul Ulum, yang juga sebagai Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat. (cah)
Suryadman Gidot, Bupati Bengkayang menjelaskan, halal bihalal yang dilakukan merupakan kesempatan baik untuk menyatukan visi bersama dalam pembangunan. Gidot mengharapkan halal bihalal menjadi ajang bagi seluruh elemen untuk bergandengan tangan.
"Kami mengharapkan dukungan seluruh elemen, ini sebagai modal besar untuk pembangunan Bengkayang lebih baik kedepan. Saya mengajak untuk memelihara ketentraman dan ketertiban. Mari kita menjadi garda terdepan memerangi kebodohan dan kemiskinan," kata Gidot.
Dalam halal bihalal yang dirangkaikan dengan syukuran HUT RI tersebut, Gidot mengajak semua kalangan untuk menjaga keamanan, kedamaian dan ketertiban.
"Kita semua cinta kedamaian, karena damai itu indah, dan kita benci perselisihan karena merugikan kita semua," tambah Bupati yang baru terpilih sebagai ketua DPD Demokrai Kalimantan Barat.
Gidot mengajak semua elemen untuk mempertahankan hal hal yang sudah baik, hal hal yang baik itu kemudian ditingkatkan, untuk mempertahankan hal hal yang baik tersebut diperlukan peranan tokoh agama, tokoh masarakat, para pemuda, wanita untuk meweujudkan nilai nila kebaikan.
"Hidup dunia hanya sementara, hanya sebagai ladang untuk mencari kebajikan yang kelak akan dipertanggungjawabkan ke Pada Tuhan Swt," ujar Gidot.
Halal bihalal yang dilaksanakan sekitar pukul 10.00 pagi itu berlangsung ceria dengan siraman rohani yang disampaikan Ustaz Miftahul Ulum, yang juga sebagai Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat. (cah)
KPPT Bengkayang GELR pELATIHAN Pengembangan Karakter dan Mental
BENGKAYANG-KALIMANTAN BARAT
Dr Yan S Sos MSi, Kepala Kantor Pelayanan Perijinan
Terpadu Kabupaten Bengkayang mengatakan, dalam rangka peningkatan kualitas SDM
aparatur Pemda Bumi Sebalo untuk pelayanan public maka dibuatlah kegiatan
pembinaan mental.
“Tujuan kegiatan ini ialah untuk meningkatkan kinerja dan
mental sebagai staf pelayanan di lingkungan KP2T dan SKPD lainnya yang
berhubungan dengan pelyanan publik supaya potensi dan mental yang ada lebih
baik lagi,” terang Mantan Sekretaris Bappeda Kabupaten Bengkayang ini diruang
kerjanya, Sabtu (24/9).
Mantan Camat Lumar ini menjelaskan, selama ini mental
yang ada di Pemda Bengkayang bagi PNS dan honorer ialah tidak diperintah maka
tidak bekerja. Selain itu, banyak yang masih takut akan pimpinan. padahal
seharusnya PNS yang ditakuti ialah pekerjaan bukan pimpinan. Hal ini yang ingin
di ubah. Apabila kedua factor tersebut tidak dapat diubah, macam mana mau
melayani masyarakat.
Lanjutnya, pelatihan pembinaan mental ini diharapkan staf
memiliki karakter yang benar supaya mereka tau potensi yang ada pada dirinya.
Pembicaraan sengaja didatangkan dari Jakarta yakni Samuel S, Lusi penulis buku
The Real You is the Real Success yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama
pada Juli 2010 lalu dan pernah diwawancara oleh Kick Andi acara Metro TV
beberapa waktu lalu.
Saat awak Koran ini menanyakan kenapa jauh-jauh
mengundang pembicara untuk pelatihan mental. “Pembicara dapat menjadi inspirasi
dan aspirasi para staf supaya mental terbentuk seperti yang diharapkan,”
jelasnya.
Perlu diketahui, peserta pelatihan kurang lebih 25 orang
dan hadir dua orang KP2T Singkawang, dua orang JTZ, dan para SKPD serta
organisasi wanita di Bumi Sebalo.
Semuel L Lusi, Narasumber dari Salatiga menuturkan, sebenarnya
pengembangan karakter ini untuk karyawan swasta tetapi dapat juga digunakan
untuk PNS apalagi yang berhubungan dnegan masyarakat secara langsung seperti
KPPT Kabupaten Bengkayang ini.
“Tema kegiatan ini ialah pengembangan karakter utuk
prestasi kerja. Selama ini, banyak pemimpin yang pintar tetapi tidak dapat
mengendalikan emosinya. Pemimpin yang baik ialah ke empat factor atau fariabel
kecerdasan yang dibutuhkan oleh emimpin dan setiap orang yakni spiritual,
emosional, inteletual dan fisik,” rinci Semuel ditemui di KPPT Bengkayang,
kemarin.
Semuel melanjutkan, apabila orang tidak mengenal diri
sendiri, macam mana caranya mau bekerja dengan baik. Kita harus tau macam mana
kita mengenal diri sendiri. Selama ini kita hanya tau menilai orang lain tetapi
tidak mengenal diri sendiri.
Dari hasil sementara, ia sangat bangga akan PNS yang ada
di Bengkayang, karena mereka sangat antusias dan mau mengenal dirinya sendiri.
Ada yang mengatakan dirinya seperti kayu, batu karang, dan banyak lagi.
Suryadman Gidot, Bupati Bengkayang mengungkapkan, PNS
yang ada saat ini sedikit yang mau bekerja untuk memajukan kabupaten ini. Hal
ini bukan tanpa alasan, dari pantauan ia di beberapa SKPD membuat ia
berkesimpulan seperti itu.(cah)
Masyarakat Rawat Bantuan Pemerintah
Bengkayang-KALIMANTAN BARAT
Pemotongan padi perdana dalam rangka Panen Raya Padi Varietas Unggul Baru (VUB)
Inhibrida Padi Irigasi (Inpari) 4 dan 6 di Desa Cipta Karya Kecamatan Sungai
Betung berlangsung sukses. Bupati berharap masyarakat dapat merawat bantuan
yang telah diberikan oleh pemerintah.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot mengatakan, keberanian
para Poktan II Desa Cipta karya untuk mencoba padi varietas unggul baru Inpari
4 dan 6 ini patut untuk menjadi percontohan bagi para Poktan-poktan yang
lain, karena ini erat kaitannya dengan usaha Pemerintah untuk mengentaskan
kemiskinan yang ada.
“Lahan serta bangunan yang sudah dibangun Pemerintah
khususnya untuk bidang pertanian agar dirawat dengan baik dan digunakan sesuai
fungsinya,” imbau Wakil Bupati Bengkayang periode 2005-2010 ini di Sungai betung,
belum lama ini.
Ketua Umum DPD Partai Demokrat ini menjelaskan, ditahun
kedepan diharapkan kepada poktan-poktan yang ada agar dapat lebih mengembangkan
padi varietas unggul baru Inpari yang lebih baik dari inpari 4 dan 6 agar
kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.
Ketua Panitia Penyelenggara Petrus Diaz, S. TP mengatakan
bahwa penyemaian lahan dilakukan pada 19 mei 2011 dan penanamannya dilakukan
pada 09 Juni 2011. Adapun metode yang digunakan dalam proses penanaman
padi kali ini menggunakan sistem Tandur Jajar Legowo, dengan uji varietas
Inpari 4 dan 6 dan menggunakan sistem pengendalian hama terpadu.
“Dengan adanya uji varietas baru Inpari 4 dan 6
diharapkan dapat memperoleh hasil yang maksimal,” harap Diaz yang juga Kepala
Dinas Pertanian Kabupaten Bnegkayang ini, kemarin.
Dari pantauan awak koran ini dilapangan, tampak hadir Kepala
Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian Prop. Kalbar, Kepala Dinas Pertanian
dan Holtikultural Prop Kalbar, Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan
Prop. Kalbar, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Ketahanan Pangan Prop. Kalbar,
Para Kepala SKPD. (cah)
Senin, 12 September 2011
Masyarakat Butuh Sentuhan Pembangunan
Bengkayang. 12
tahun sudah Bengkayang menjadi kabupaten. walau masih tergolong muda, sudah
banyak pembangunan yang telah dilakukan terutama di ibu kota kabupaten.
Masyarakat yangberada di kecamatan dan perdesaan masih membutuhkan pemda dan
DPRD membangun daerahnya. Warga butuh sentuhan pembangunan infrastruktur.
Suryadman Gidot, Bupati Bengkayang mengajakanggota DPRD
Bengkayang dan seluruh elemen masyarakat Bumi Sebalo untuk mengejar
ketertinggalan kabupaten ini. Ia sadar tidak dapat memenuhi keinginan warga
Bumi Sebalo karena ada kendala-kendala dilapangan.
“Tetapi kita tetap berjuang untuk mengentaskan
kemiskinan. Masyarakat Kabupaten Bengkayang masih butuh sentuhan-sentuhan
pembangunan. Bagi yang mengambil kebijakan, banyak upaya yang dilakukan tetapi
waktu yang begitu singkat sehingga tidak cukup waktu untuk memenuhinya,” ungkap
Gidot ditemui di DPRD bengkayang, kemarin.
Gidot melanjutkan, tugas kita bersama adalah macam mana
caranya daerah ini maju dan berkembang. Apabila kitaberkomitmen,
banyakyangmelirik Bumi Sebalo terutama investor. Dan apabila kita keluar dari
komitmen untuk membangun kabupaten ini ia yakin Kabupaten Bengkayang susah
berkembang.
Tentunya untuk merelalisaiskannya butuh waktu dan kerja
keras serta kerjasama seluruh elemen masyarakat Bumi Sebalo. HUT DPRD
Bengkayang yang ke 12 tahun ini dan ke dua bagi periode 2009-2014. Dijadikan
repleksi apa yang telah diperbuat dan apa yang belum diperbuat. Ini yang harus
kita renungkan bersama. Ia mengajak seluruh warga Bumi Sebalo untuk mendukung
legislatif untuk memajukan Kabupaten Bengkayang.
Wakil Ketua DPRD Bengkayang, Yulius Nesor menuturkan,
dengan semakin bertambahnya usia DPRD Bumi Sebalo, semakin meningkatkan kinerja
legislative untuk memajukan kabupaten yang kita cintai ini.
“Sebagai lembaga politik yang ada di Bengkayang, semoga
semakin mantap dan maju. Mungkin pola kerja lebih baik ditingkatkan untuk
mmberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ajak Sekretaris DPC Partai
Demokrat ini ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Mari kita bersama-sama
membangun Kabupaten Bengkayang, kita kejar ketertinggalan Bumi Sebalo
dari kabupaten lain yang ada di Kalbar. Mudah-mudahan dengan keuletan dan kerja
keras seluruh elemen masyarakat akan tercapai cita-cita yang kita inginkan
bersama.
Saat awak Koran ini menanyakan, kenapa anggota dewan
Bengkayang tidak seperti legislative di kabupaten lain yang ada di Kalbar yang
proaktif dan kooperatif berbicara di media. DPRD Bengkayang malah sebaliknya,
pasif dan tidak kooperatif.
“Tidak semua anggota DPRD Bengkayang yang pasif dan tidak
kooperatif. Hanya mungkin teman-teman legislative sibuk atau tidak ada waktu
untuk ketemu dengan wartawan untuk bebicara melalui media mengenai permasalahan
yang ada di Bumi Sebalo,” tegasnya.
Informasi yang diperoleh awak Koran ini dilapangan, pelaksanaan
hari ulang tahun Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkayang ke 12
priode kedua 2009-2014 dimulai dengan gerak jalan sehat, ramah tamah dengan eks
anggota dewan, dan pertandingan footsal dengan memperebutkan piala DPRD. (cah)
Masyarakat kecamatan Lumar Adu ke Dewan
Bengkayang.
Musrenbang yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Bengkayang setiap tahunnya
tidak membawa perubahan yang berarti. Masih banyak keinginan warga kecamatan
Lumar dalam hal pembangunan tetapi tidak dapat dipenuhi oleh eksekutif.
Masyarakat pun akhirnya mengadu permasalahan yang terjadi di desanya kepada
legislator.
Yopi Cahyono, Warga Desa Belimbing menuturkan, bukan
hanya di Desa Seren Selimbau saja yang bermasalah dalam proyek PNPM MP. Di Desa
Belimbing dan Lamolda juga mengalami hal yang sama. Khusus didesanya, proyek
pipanisasi hingga saat ini masih bermasalah.
“Warga Dusun Sempayuk dan Sekinyak menginginkan air
bersih, tetapi dalam hal pelaksanaannya. Program Pipanisasi GATOT alias gagal
total. Rencananya air bersih diambil
dari Dusun Sei Sibo tetapi sampai saat ini air tidak mengalir,” papar bapak dua
anak ini, kemarin.
Sito, Warga Desa Lamolda menerangkan, sama halnya dengan
program PNPM MP di Dusun Baremada. Kami mendapatkan program penerangan dimalam
hari dengan menggunakan listrik tenaga diesel dengan berbahan bakar solar,
tetapi hanya beroperasi beberapa bulans aja.
“Lucunya, saat warga meminta surat garansi mesin diesel tersebut, para pengurus tidak
dapat menunjukkannya. Saya mengindikasikan mesin tersebut dibeli oleh
fasilitator teknik Kecamatan Lumar barang bekas atau seken,” ucap Sito ditemui
diJalan Sanggau Ledo, kemarin.
Saat ini, ia mengakui untuk menerangi di malam hari di
dusunnya menyewa mesin diesel milik warga setempat. Dengans etiap bulan per
kepala keluarga diwajibkan membayar pemakaian listrik sebesar 120 ribu rupiah,
dan banyak penduduk setempat yang snaggup membayar demi terang benerangnya
dimalam hari.
Geradus, Anggota Komisi B DPRD Bengkayang mengatakan,
masyarakat Kecamatan Lumar khususnya Desa Seren Selimbau masih membutuhkan
sentuhan infrastruktur jalan. Ia mengetahui ini saat melakukan reses di desa
tersebut beberap waktu lalu.
“Mayoritas Masyarakat Desa Seren Selimbau meminta
pembangunan infrastruktur jalan. Karena selama ini desa tersebut tergolong
terisolir di Kecamatan Lumar dan daerah tertinggal,” ungkap Legislator dari
Daerah Pemilihan tiga ini ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Legislator dari Partai Hanura ini mengungkapkan, akses jalan darat sangat dibutuhkan warga
setempat karena merupakan jalur satu-satunya untuk ke ibu kota kabupaten dan
menjual hasil pertanian. Apalagi mayoritas penduduk setempat bermata
pencaharian dibidang pertanian.
Ia mengakui, masyarakat Seren Selimbau tidak menginginkan
yang lain, mereka hanya meminta pemerintah daerah untuk membangun jalan. Selain
itu, warga setempat mengeluh dengan tidak adanya penerangan dimalam hari yakni
listrik dari PLN.
“Untuk penerangan dimalam hari, warga menggunakan genset
dan mesin diesel yang berbahan bakar bensin dan solar. Ada pembangkit listrik
tenaga air di Seren Selimbau dari proyek PNPM MP, tetapi hanya beberapa bulan
saja aktif, sisanya tidak dapat digunakan lagi karena kesalahan teknis,” beber
Garadus.
Saat awak Koran ini menanyakan, kenapa DPRD Bengkayang
masih melakukan reses padahal ada musrenbang dari tingkat desa sampai ke pusat.
“Lebih efektif reses dibandingkan musrenbang. Karena kamis elaku legislative
tau betul apa permasalahan ditengah-tengah masyarakat dan keinginan mereka
dalam pembangunan,” tegasnya.
Garadus menjelaskan, dari hasil reses tersebut, dalam
rapat kerja anggota dewan apa yang telah dilakukan masing-masing legislator
dipaparkan dalam rapat tersebut. Dan ini akan dibahas dalam penggunaan anggaran
dan apa yang dipioritaskan dalam pembangunan di kecamatan.
Ia mengakui, musrenbang yang sering dilakukan tidak
membawa arti yang lebih baik untuk pembangunan di perdesaan. Karena banyak
usulan-usulan dari desa yang tidak dipenuhi. Parahnya, lain keinginan
masyarakat untuk dibangun, lain pula pemda Bengkayang membangunnya.
Sebagai putra asli Kecamatan Lumar, ia tergerak hati
untuk membantu masyarakatnya. Apalagi ia terpilih karena dipilih oleh rakyat.
Kepentingan warga lebih diutamakan dibandingkan kepentingan kelompok atau
individu. (cah)
Langganan:
Postingan (Atom)