Tampilkan postingan dengan label sungai betung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sungai betung. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 November 2012

DKP Bengkayang Baru Miliki Dua Pengawas Perikanan


Bengkayang Beranda Kalbar-Bengkayang. Sungguh sangat ironis sekali, wilayah Kabupaten Bengkayang yang luas dan terdiri dari laut, pantai, dataran rednah dan dataran tinggi, Pegawai Negeri Sipil Dinas Kelautan dan Perikanan baru memiliki dua orang pengawas perikanan dan parahnya baru dikeluarkan surat keputusannya sebulan terakhir.
Dharwis, Kepala DKP Kabupaten Bengkayang
Dharwis, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkayang mengakui, kekurangan pasokan ikan di wilayah perbatasan. Sementara ini, prioritas kita peningkatkan produksi ikan 30,48 kilogram per orang pertahun.
Di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, kita pusatkan disana melalui keramba dan kolam tentunya melibatkan pemerintah provinsi.
“Kolam terpal di Pejampi Desa Mayak Kecamatan Seluas telah kita lakukan, termasuk ikan lele dan pakannya. Kita programkan pada 2012 ini dan dilanjutkan tahun 2013 mendatang,” beber Dharwis kepada awak media ini diruang kerjanya, belum lama ini.
Ia mengakui, saat ini instansinya baru memiliki dua pengawas perikanan. Sedangkan untuk wilayah perbatasan belum ada dan pihaknya menyerahkan kepada Pengawas Perikanan di Jagoi Babang.
Dua petugas pengawas perikanan yang dimiliki oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkayang baru mendapatkan SK (Surat Keputusan) belum lama ini.
Dimana tugas pengawas perikanan yang dimiliki oleh DKP Bumi Sebalo untuk 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkayang.
“Dua PNS DKP Bengkayang yang baru dapat SK, belum efektif bekerja dan tupoksi pegawai otonomi belum dapat petunjuk membantu di daerah perbatasan,” ungkapnya. (yopi)

Jumat, 19 Oktober 2012

Parkir Sembarangan, Jalan Pasar Tengah Sering Macet



Bengkayang Beranda Kalbar-Bengkayang. Perda Kabupaten Bengkayang mengenai parkir telah lama dibuat yakni 2002 lalu, tetapi hingga saat ini masih banyak warga Bumi Sebalo yang belum mengetahuinya. Sehingga masih banyak ditemukan pengendara baik roda dua maupun roda empat memarkir kendaraan disembarang tempat.
Fredi, warga Kelurahan Bumi Emas mengungkapkan, dirinya sangat risih dengan diparkirnya kendaraan roda empat yang sembarangan tempat di Jalan Pasar Tengah.
“Mobil sering parkir sembarangan tempat, bahkan didepan ruko saya sering mereka parkir dari pagi sampai sore,” keluh Fredi kepada awak media ini ditemui dikediamannya di Jalan Pasar Tengah, belum lama ini.
Ia melanjutkan, dirinya tidak melarang mobil baik itu jenis truck, box maupun kendaraan penumpang umum parkir di depan rumah tokonya.
Fredi menyesalkan tidak henti-hentinya mobil tersebut parkir, sehingga warga yang ingin berbelanja ke tokonya, jumlahnya berkurang.
“Coba diatur mobil barang keluar masuk ke jalan Pasar  Tengah sehingga tidak menimbulkan kemacetan, apalagi disini jalannya sempit,” pinta Fredi, kemarin.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bengkayang Nomor 6/2002 tentang fasilitas dan pajak parkir, Pasal 19 ayat 1 menyebutkan, dilarang memarkirkan kendaraan selain pada tempat yang telah ditetapkan sebagai tempat parkir atau tempat lain yang akan ditetapkan kemudian oleh Kepala Daerah.
Sedangkan ayat 2 menyebutkan, setiap pengguna jasa parkir wajib memarkirkan kendaraanya di tempat parkir sesuai pola parkir yang telah ditentukan. (yopi)






Fraksi DPRD Terima Lima Raperda


Bengkayang Beranda Kalbar-DPRD Bengkayang. DPRD dan Pemda Bengkayang melakukan masa persidangan ke tiga tahun rapat 2012 untuk membahas lima rancangan peraturan daerah.
Dalam rapat paripurna pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD Bumi Sebalo terhadap lima raperda tersebut, dapat disimpulkan kelima fraksi tersebut menerima.
Adapun raperda yang dibahas ialah  perubahan Perda No. 13/2011 tentang organisasi perangkat daerah Kabupaten Bengkayang, pengelolaan sampah, retribusi pelayaan kebersihan dan persampahan, retribusi pelayanan kesehatan pada pusat kesehatan masyarakat, serta Raperda tentang pajak bumi dan bangunan perkotaan dan perdesaan.
Sebastianus Darwis SE MM, Ketua DPRD Bengkayang mengatakan, sebanyak 27 anggota DPRD yang datang dari 30 jumah keseluruhan wakil rakyat yang ada di Bumi Sebalo.
Persidangan pertama pada 24 Juli 2012 lalu dengan nota pengantar dalam rapat paripurna, 25 Juli dilanjutkan dengan paripurna pemandangan umum anggota DPRD Kabupaten Bengkayang, dan 27 Juli lalu jawaban Bupati Bengkayang atas pemandangan umum anggota DPRD Bengkayang.
“Setelah mendengar pendapat akhir dari kelima fraksi DPRD Bengkayang, kesimpulanya lima raperda tersebut dapat disetujui dan diterima,” tandasnya. (yopi)

Rabu, 17 Oktober 2012

Tak Buat LKPM, Perusahaan Kena Sanksi Pencabutan Kegiatan Usaha

DR Yan S.Sos, M.Si

Bengkayang Beranda Kalbar-Bengkayang. Seiring dengan perkembangan jaman dan semakin banyaknya penanaman modal yang ada di Indonesia, serta bandelnya pihak penanaman modal yang tidak menyampaikan laporan, membuat BKPM bersikap tegas dengan pencabutan kegiatan usaha dan/atau faslitas penanaman modal.
DR Yan S Sos Msi, Plt Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Bengkayang mengatakan, pihaknya telah mengirimin surat pemberitahuan kepada seluruh perusahaan baik itu perkebunan maupun pertambangan yang ada di Bumi Sebalo, menindaklanjuti surat dari Badan Koordinasi Penanama Modal.
Dimana isi surat tersebut ialah kewajiban perusahaan penanaman modal menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal tahap pembanguna triwulan ke III tahun 2012.
Kewajiban perusahaan penanaman modal sesuai UU nomor 25/2007 tentang penanaman modal pasal 15, perusahaan wajib menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal (LPKM) atas realisasi investasi dan produksi.
Untuk tata cara penyampaian LPKM ini telah diperbaharui dengan Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal nomor 3/2012 tentang pedoman dan tata cara pengendalian pelaksanaan penanaman modal.
Adapun isi surat pemberitahuan kepada pihak perusahaan ialah, kewajiban bagi perusahaan menyampaikan LKPM tahap pembangunan triwulan ke tiga untuk periode pelaporan Juli-Semptember, disampaikan pada minggu pertama Oktober 2012.
“Apabila perusahanan tidak meyampaikan kewajiban menyampaikan LKPM, maka sesuai dengan ketentuan UU nomor 25/2007 dapat dikenakan sanksi administrasi diantaranya adalah pencabutan kegiatan usaha dan/atau faslitas penanaman modal,” tegas Yan, kemarin.
Yan menjelaskan, pihak perusahaan dalam menyampaikan LKPM secara online melalui sistem pelayaan informasi dan perizinan investasi secara elektronik (SPIPISE) pada wesite http://www.nswi.bkpm.go.id atau langsung kepada Badan Koordinasi Penanaman dan kepada Badan Penanaman Modal Provinsi serta kabupaten/kota dimana proyek penanaman modal berlokasi.
Sedangkan untuk mendapatkan formulir LKPM dan tata cara pengisiannya dapat diunduh pada website www.bkpm.go.id.
“Kurang lebih 50an perusahaan yang kita layangkan surat pemberitahuan melalui pos,” beber Yan kepada awak media ini ditemui diruang kerjanya, Rabu (17/10).
Rata-rata alamat perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan beralamat di provinsi dan di Jakarta sehingga harus dikirimkan melalui pos.
Ia mengeluh dengan adanya beberapa surat yang dikirim melalui kantor pos yang dikembalikan. Hal ini dikarenakan alamat yang dituju tidak terdaftar sehingga pihak pos mengembalikan surat tersebut ke BPMPTT Kabupaten Bengkayang.
Saat awak media ini menanyakan, apa yang akan dilakukan BPMPPT Kabupaten Bengkayang dengan surat yang dilayang ke perusahaan yang dikembalikan kantor pos karena alamat tidak dikenal.
“Kita akan jemput bola dengan turun langsung ke camp perusahaan mengantar surat tersebut. Walaupun memiliki kendala mengenai anggaran yang terbatas,” ucapnya.
Hal ini dilakukan oleh BPMPPT Kabupaten Bengkayang demi menjalankan amanah yang telah diberikan oleh BKPM pusat.
“Hanya PT MISP saja yang rutin menyampaikan laporan sedangkan perusahaan yang lain tidak pernah sama sekali. Sedangkan perusahaan yang telah terdaftar di pusat langsung melaporkan ke Jakarta,” tandasnya. (yopi)



Bengkayang Tuan Rumah PSBDK di Yogyakarta


Bengkayang Beranda Kalbar-Yogyakarta. Mahasiswa asal Kabupaten Bengkayang tahun ini memiliki tugas berat selain menuntut ilmu di bangku kuliah. Dimana para calon intelektual asal Bumi Sebalo dibebankan sebagai panitia Panitia Pesta Seni dan Budaya Dayak se Kalimantan ke X di Yogyakarta dengan tema aktualisasi spirit kearifan tradisi bagi pemahaman budaya dayak antar generasi.
Theophilus Abdiel Lukas, Ketua Panitia Pesta Seni dan Budaya Dayak se Kalimantan ke X di Jogyakarta mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan berkat kerjasama seluruh pihak yang telah membantu dalam hal pendanaan, terutama Pemda Bengkayang sebagai sponsor tunggal kegiatan ini sehingga dapat terlaksana.
“Kegiatan ini diselenggarakan sejak 18-20 Oktober 2012 mendatang di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardja Soemantri Komplek Universitas Gadjah Mada Yogyakarta,” terang Theo kepada awak media ini via telepon seluler, Selasa (16/10).
Theo yang aktif sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Arsitektur Atmajaya Yogyakarta menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan adat dan budaya dayak Kalimantan khususnya Kabupaten Bengkayang kepada masyarakat internasional.
Kali ini memang jatahnya Kabupaten Bengkayang sebagai penyelenggara, sedangkan tahun sebelumnya oleh mahasiswa asal Kabupaten Ketapang,” ungkapnya.
Ia merincikan,  Pesta Seni dan Budaya Dayak se Kalimantan ke X di Yogyakarta meliputi beberapa kegiatan, seperti pembukaan dengan acara adat dayak asal Kabupaten Bengkayang.
Kemudian dilanjutkan dengan stand pameran, permainan rakyat, memahat, melukis, menyumpit, menampik beras, memayet (sulam manik-maik, Red), pangkak gasing, seminar dayak, seminar budaya, malam kesenian nusantara, festival tari, dan vokal grub.
Setelah itu ditutup dengan upacara adat dan makanserta  minum bersama ala (cara, Red) dayak Bengkayang.
“Mudah-mudahan Kabupaten Bengkayang sebagai panitia penyelenggara, adat dan budayanya dapat dikenal oleh masyarakat luas dan mendunia,” harap Theo, kemarin.
Dra Anastasia Maria Anyim melalui Kabid Budaya, Ricky Silalahi membenarkan bahwa pihaknya lagi disibukkan dengan kegiatan Panitia Pesta Seni dan Budaya Dayak se Kalimantan ke X di Yogyakarta. “Kita hanya memfasilitasi saja, selebihnya panitia disana yang mengatur, ditambah ini ialah salah satu agenda penting instansi kami tahun ini,” ucap Ricky kepada awak media ini ditemui diruang kerjanya, kemarin.
Ricky melanjutkan, besok (hari ini, Red) pihaknya bersama para undangan akan berangkat ke Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan ini. (yopi)



Rangkaian Acara:
1. Acara Pembukaan dengan Ritual Adat Dayak Bidayuh
18 Oktober 2012
waktu : 10.00 - 15.00 WIB
tempat : Halaman Gedung Koesnadi Hardjasoemantri
Tebuka untuk umum

2. Pameran Seni dan Kerajinan Memayet
waktu : 18 OKtober 2012
Tempat : Lorong Kanan Gedung Pertunjukan Koesnadi Hardjasoemantri

3. Stand Pameran
18 - 20 Oktober 2012
Waktu : 15.00 - 22.00 WIB
Tempat : Halaman Gedung Koesnadi Hardjasoemantri
Pameran Seni & Kerajinan mengangkat tema "Kampung Dayak"
Setiap stand pameran menghadirkan nuansa dari dimensi kehidupan suku Dayak.
Terbuka untuk umum

4. Malam Kesenian I & Festival Vocal Group
18 Oktober 2012
Waktu : 19.00 - 22.00 WIB
Tempat : Gedung Pertunjukan Koesnadi Hardjasoemantri
HTM : 10.000; (Tempat Terbatas)

5. Talkshow & Workshop "Bidai"
19 Oktober 2012
Waktu : 09.00 - 12.00 WIB
Terbuka untuk umum (Gratis)

6. Perlombaan Tradisional I
Menyumpit
19 Oktober 2012
Waktu : 13.00 - 15.00 WIB
Tempat Halaman Gedung Pertunjukan Koesnadi Hardjasoemantri

7. Malam Festival Tari Kreasi Dayak
19 Oktober 2012
Waktu : 19.00 - 22.00 WIB
Tempat : Gedung Pertunjukan Koesnadi Hardjasoemantri
HTM : 15.000; (Tempat Terbatas)

8. SeMinar Budaya
20 Oktober 2012
Waktu : 09.00 - 12.00 WIB
Tempat : Gedung Pertunjukan Koesnadi Hardjasoemantri
Terbuka untuk umum (gratis)

9. Perlombaan Tradisional II
20 Oktober 2012
Pangka' Gasing, Waktu : 13.00 - 15.00 WIB
Menampi Beras, Waktu : 15.00 - 17.00 WIB
Tempat : Halaman Gedung Pertunjukan Koesnadi Hardjasoemantri

10. Malam Kesenian II
20 Oktober 2012
Waktu : 18.30 - 21.30 WIB
Tempat : Gedung Pertunjukan Koesnadi Hardjasoemantri
HTM : 15.000; (Tempat Terbatas)

11. Penutupan dengan Ritual Upacara Adat Dayak Bidayuh
20 Oktober 2012
Waktu : 21.30 - 23.30 WIB
Tempat : Tempat : Halaman Gedung Pertunjukan Koesnadi Hardjasoemantri
Terbuka Untuk Umum





Senin, 15 Oktober 2012

Kongres IV KSBSI, Bengkayang Kirim Satu Perwakilan


Bengkayang Beranda Kalbar-Jakarta. Salah satu serikat buruh terbesar di Indonesia, yakni Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Federasi Serikat Buruh (FSB) Kehutanan, Perkayuan, dan Pertanian menggelar Kongres ke IV selama tiga hari di Jakarta sejak 15-17 Oktober 2012 di Hotel Matraman Jakarta dan di Hotel Taman Air Bogor.
 “Pembukaan di Jakarta, dan dilanjutkan ke Bogor. Menakertrans  Muhaimin Iskandar yang membuka kongres ke IV FSB Hukatan SBSI,” beber Krisantus S Sos, Ketua FSB Hukatan  SBSI Kabupaten Bengkayang via telepon seluler kepada awak media ini, Senin (15/10).
Ia mengungkapkan, hanya dirinya saja yang dapat mengikuti kegiatan ini. Berhubung anggaran yang ada hanya terbatas.
Krisantus menyebutkan, FSB Hukatan  SBSI di Kabupaten Bengkayang baru terbentuk. Rencananya apabila memiliki anggaran lebih, di pinta oleh pengurus pusat sebanyak tiga orang, tetapi kendala dana, hanya dirinya saja yang dapat memenuhi undangan pengurus pusat.
Muhaimin Iskandar, Menakertrans mengungkapkan dalam kata sambutannya, selama ini upah buruh belum standar.
“Selama ini upah yang diterima para buruh masih dibawah rata-rata kebutuhan hidup,” ungkap Muhaimin.
ia mencontohkan, dengan upah yang saat ini diterima rata-rata buruh di Jakarta masih berkisar pada angka Rp 1,2 juta. Padahal untuk biaya minimal hidup di ibu kota negara Indonesia tersebut berkisar Rp 2,5 juta.

Selain dihadiri oleh Menakertrans, pada acara pembukaan juga dihadiri oleh pendiri KSBSI DR Mochtar Pakpahan dan Rekson Silaban, kemudian Presiden KSBSI, Mudofir, Presiden FSB Hukatan Parulian Sianturi.
Ada juga perwakilan Apindo, Hasanudin Umar, Ditjen Hubungan Industrial Menakertrans, Ir Irianto Simbolon.   (yopi)




Minggu, 14 Oktober 2012

Penyerapan APBD 2012 Kabupaten Bengkayang Sangat Lemah

Bupati Bengkayang
Bengkayang Beranda Kalbar-DPRD Bengkayang. Pihak eksekutif dan legislatif Bumi Sebalo baru saja melakukan sidang paripurna di DPRD Bengkayang dengan mendengar pengantar nota keuangan rancangan Perda tentang perubahan APBD tahun anggaran 2012.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot mengatakan, pelaksanaan APBD Kabupaten Bengkayang tahun anggaran 2012 sudah memasuki semester dua pada minggu pertama bulan Oktober.
“Dari sisi pendapatan, telah terealisasi pendapatan daerah sebesar Rp 385,7 milyar dari total yang dianggarkan sebesar sebesar Rp 549,4 milyar,” beber Gidot kepada awak media ini di Ruang Sidang Paripurna DPRD Bengkayang, belum lama ini.
Ia menjelaskan, pendapatan daerah ini di dapat dari PAD Kabupaten Bengkayang sebesar Rp 11,8 milyar dari total yang dianggarkan sebesar Rp 15,9 milyar, dana perimbangan sebesar Rp 342,5 milyar dari total yang diaggarkan sebesar Rp 487,8 milyar.
Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah sampai 18 September 2012 lalu, baru terealisasikan sebesar Rp 31,4 milyar dari total yang dianggarkan sebesar Rp 45,6 milyar.
Pada sisi belanja daerah yang terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja tidak langsung, maka realisasi belanja daerah sampai 18 September 2012, sebesar Rp 244,7 milyar dari total yang dianggarkan sebesar Rp 555,9 milyar.
“Dengan melihat realisasi pendapatan dan belanja dimaksud, penyerapan APBD Kabupaten Bengkayang sampai 18 September 2012 masih sangat lemah terutama pada sisi belanja langsung yang baru terealisasi sebesar 56,7 milyar dari total yang dianggarkan sebesar Rp 280,3 milyar,” ungkap Gidot, kemarin.
Ia melanjutkan, lemahnya penyerapan anggaran guna menunjang kegiatan pada masing-masing SKPD salah satu disebabkan karena terlambatnya prose penetapan anggaran yang disertai dengan lambatnya proses penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran pada masing-masing SKPD serta kekurang pahaman SKPD dalam memahami dan menyikapi sumber-sumber pendanaan yang telah dicantumkan dan dikelompokkan pada dana penyesuaian.
Keterlambatan ini berdampak pada terbatasnya kemampuan untuk mengelola sisa anggaran dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.
Akhir dari keadaan ini dapat dipastikan berdampak pada kualitas pelaksanaan kegiatan terutama yang berkaitan dengan kegiatan fisik, pembentukan sisa lebih penghitungan (SILPA) yag semkai besar pada akhir tahun berjalan.
“Ini berdampak pada kinerja kegiatan, program, SKPD dan akhirnya berdampak kepada kinerja Pemda Bengkayang,” keluhnya.
Ia meminta hal tersebut sebagai renungan dan perhatian bersama dengan selalu mengedepankan koordinasi yang intensif dengan TAPD. (yopi)

APBD Perubahan, Bengkayang Defisit 20,3 Milyar

Bupati Bengkayang Periode 2010-2015
Bengkayang Beranda Kalbar-DPRD Bengkayang. Acara sidang DPRD Kabupaten Bengkayang masa persidangan ketiga tahun rapat 2012, saat pengantar nota keuangan rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD Kabupaten Bengkayang tahun anggaran 2012, Dengan perubahan pada sisi pendapatan dan belanja, telah berdampak pada perubahan defisit anggaran yang semula sebesar Rp 6,5 milyar, setelah perubahan menjadi Rp 20,3 milyar.

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot mengatakan, berkaitan dengan kebijakan dan memperhatikan realisasi belanja sampai 18 September tahun anggaran 2012, gambaran umum perubahan APBD Bumi Sebalo tahun anggaran 2012 ada tiga sisi yakni pada sisi pendapatan, belanja dan pembiayaan.
“Pada sisi pendapatan, semula dianggarkan pada tahun anggaran 2012 sebesar Rp 549,4 milyar, setelah perubahan menjadi sebesar Rp 572,2 milyar, ini mengalami peningkatan sebesar Rp 22,7 milyar atau 4,15 persen,” beber Gidot ditemui di DPRD Bengkayang, belum lama ini.
Gidot melanjutkan, ini terdiri dari pendapatan asli daerah yang semula dianggarkan sebesar Rp 15,9 milyar setelah perubahan bertambah sebesar Rp 19 milyar atau bertambah sebesar 19,22 persen.
Dana perimbangan semula dianggarkan sebesar Rp 487,8 milyar, setelah perubahan menjadi Rp 491,9 milyar atau meningkat 0,84 persen.
Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah, semula dianggarkan sebesar Rp 45,6 milyar, setelah perubahan menjadi sebesar Rp 61,2 milyar. Ini bertambah sebesar Rp 15,6 milyar atau 34,19 persen.
Gidot menjelaskan, untuk sisi belanja, semula dianggarkan sebesar Rp 555,9 milyar setelah perubahan terjadi sebesar Rp 592,5 milyar. Dan ini bertambah sebesar Rp 36,5 milyar atau 6,58 persen.
“Dengan perubahan pada sisi pendapatan dan belanja, telah berdampak pada perubahan defisit anggaran yang semula sebesar Rp 6,5 milyar, setelah perubahan menjadi Rp 20,3 milyar,” terangnya.
Sedangkan untuk sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan semula dianggarkan sebesar Rp 29,2 milyar setelah perubahan bertambah sebesar Rp 14,2 milyar atau 48,58 persen menjadi sebesar Rp 43,5 milyar yang merupakan sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran 2011.
Pengeluaran pembiayaan semula dianggarkan sebesar Rp 22,7 milyar, setelah perubahan menjadi sebesar Rp 23,2 milyar yang direncanakan guna penyertaan modal atau investasi daerah sebesar tiga milyar rupiah, pembayaran pokok hutang yang direncanakan sebesar Rp 20,2 milyar.
Berkaitan dengan perubahan dimaksud, berdampa pada perubahan pembiayaan netto yang semula dianggarkan Rp 6,5 milyar bertambah sebesar Rp 13, 7 milyar menjadi sebesar Rp 20,3 milyar.
“Sisa pembiayaan netto inilah yang diharapkan dapat menjadi sumber perubahan anggaran APBD Kabupaten Bengkayang tahun anggaran 2011,” tandasnya. (yopi)



Warga Kinande Serbu Kantor Bupati Bengkayang

Gidot: Saya tidak akan rekomendasikan penerbitan HGU selagi hak rakyat belum terpenuhi

Bengkayang Beranda Kalbar-Satu Atap Bengkayang. Sejak pukul 14.00 hari Kamis (11/10),puluhan warga Desa Kinande Kecamatan Lembah Bawang mendatangi kantor Bupati Bengkayang untuk menyaksikan pertemuan yang difasilitasi oleh Pemda Bengkayang, yakni antara PT Darmex Agro Plantattion  dan Warga Kinande.
suasana Kantor BUpati Bengkayang saat warga KInande beramai-ramai berkunjung tuntut hak mereka
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot mengatakan, tidak ada permasalahan antara warga Desa Kinande dan PT Darmex Agro Plantattion . Apabila kedua belah pihak mau bertemu dan pihak perusahaan perkebunan memiliki niat untuk menyelesaikan masalah yang timbul di lapangan.
“Karena sudah dibicarakan dan tinggal ditindaklanjuti. Tadikan kita memita jawaban kepada PT Darmex Agro Plantattion, ya cari solusilah dan penuhilah keinginan masyarakat Desa Kinande,” kata Gidot kepada awak media ini ditemui di Kantor Satu Atap, Kamis (11/10).
Gidot melanjutkan, untuk menyelesaikan masalah ini tidak cukup untuk sekali pertemuan, perlu waktu, apalagi meminta kepada orang.
Perlu adanya negosiasi dan kedua belah pihak harus sepakat, warga Kinande dan PT Darmex Agro Plantattion   menyelesaikan masalah ini harus siap.
“Apabila sekali pertemuan tidak dapat sepakat, cari waktu lagi yang tepat untuk membahas masalah tersebut,” sarannya.
Gidot mengungkapkan pihak PT Darmex Agro Plantattion  untuk memutuskan permintaan warga Desa Kinande perlu mempertimbangkan apa dampak yang akan ditimbulkan. Ia melihat niat perusahaan perkebunan tersebut sudah tidak lagi menutup diri, tidak seperti sebelum-sebelumnya yang terkesan menutup diri.
Oleh karena itu, kita bersyukur,  PT Darmex Agro Plantattion telah membukakan dirinya, itu yang harus kita kejar.
“Apapun hak warga Desa Kinande harus dipenuhi pihak PT Darmex Agro Plantattion. Warga harus manfaatkan dengan negosiasi yang telah dilakukan, sampai tujuan yang dicapai dipenuhi. Sikap kita sudah jelas, dari dulu Pemda bengkayang Sebelum hak-hak rakyat belum terpenuhi, kita tidak akan merekomendasi HGU karena takut mereka lari,” tegas Gidot, kemarin.
Pardi, Warga Desa Kinande mengungkapkan, mereka meminta pembagian plasma untuk masyarakat Desa Kinande kepada PT Darmex Agro Plantattion.
“18 Oktober mendatang kami meminta PT Darmex Agro Plantattion memutuskan untuk membagikan plasma kepada kami, apabila tidak dilakukan kami akan mengkapling lahan yang ada di PT Darmex Agro Plantattion terutama di wilayah Desa Kinande,” tegasnya.
topi dinas, Kepala Desa Kinande
Simon, warga Desa Kinande lainnya mengungkapkan, bukan hanya tentang pembagian plasma yang dituntut pihaknya tetapi meminta pertanggungjawaban dari PT Darmex Agro Plantattion mengenai penggusuran tembawang, kuburan, tanah ulayat dan lahan warga yang dengan perkasanya PT Darmex Agro Plantattion membabat tanpa seijin pemilik lahan.
Kiat,tokoh masyarakat Kabupaten Bengkayang menyarankan, Pemda Bengkayang menyurati PT Darmex Agro Plantattion  untuk menghadirkan komisaris utama dan direktur utama pada 18 Oktober mendatang.
“Apabila kedua pimpinan tersebut tidak datang, percuma saja pertemuan tersebut. Dan langsung dihadiri notaris untuk sahnya surat perjanjian antara warga Kinande dan PT Darmex Agro Plantattion ,”tandasnya.
Pertemuan dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang, Obaja SE Msi. Pertemuan berlangsung sejak pukul 14.10 sampai pukul 16.00 diruang rapat Bappeda Bengkayang.
Dari hasil pertemuan tersebut, ada tiga poit penting yang disepakati antara kedua belah pihak yang berseteru.
Perjanjian pertama,  masyarakat meminta  PT Darmex Agro Plantattion  untuk segera memberikan kebun plasma kepada masyarakat Desa Kinande seluas 30 persen dari total luas areal yang telah diusahakan atau ditanami oleh PT Darmex Agro Plantattion  yang berada pada wilayah Desa Kinande Kecamatan Lembah Bawang.
Kedua, Pemda Bengkayang akan segera menyurati PT Darmex Agro Plantattion   untuk segera menindaklanjuti hasil rapat tersebut sebagaimana dimaksud dalam point satu diatas dan paling lambat tanggal 18 Oktober mendatang jawaban tertulis dari PT Darmex Agro Plantattion  terhadap tuntutan masyarakat tersebut harus disampaikan kepada masyarakat.
Point ketiga, apabila tuntutan tersebut tidak dapat dipenuhi maka masyarakat dan Pemda Bengkayang akan mengambil sikap.
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Pimpinan Rapat seklaigus Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang, Obaja SE Msi, PT Darmex Agro Plantattion  oleh Aris Pratama dan Boy Toreh, Camat Lembah Bawang oleh Alpinus Shut Msi, dan Kepala Desa Kinande Philipus.
Pertemuan tersebut dilakukan secara tertutup dan tidak boleh diliput oleh wartawan yang datang ke aula Bappeda Bengkayang yang sempit.
Adapun dalam yang hadir dalam pertemuan tertutup tersebut ialah LSM PISIDA, LAKI, LIRA, Tokoh Pemuda Kinande, Kades Kinande, Camat Lembah Bawang, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Bengkayang, Intel Polres Bengkayang, Intel Kodim Singkawang, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Bengkayang, Tappem Setda Kabupaten Bengkayang dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bengkayang. (yopi)