Jumat, 08 Juni 2012

Ketua Umum DAD Bengkayang Tutup Gawia Sowa Jagoi Babang


BENGKAYANG BERANDA KALBAR-JAGOI BABANG. Konon jaman dahulu tersebutlah dua manusia yang bernama Ayang dan Ajua’ di utus yang maha kuasa turun ke bumi memberitahukan kepada adat istiadat dan ngo’ma keluarga bidayuh, termasuk tradisi awal berladang sampai panen, hingga saat ini terus dijaga dan diadakan. Anyim datang ke Sekida Kecamatan Jagoi untuk menutup Gawia Sowa.
Drs Kristianus Anyim Msi, Ketua Umum Dewan Adat Dayak Kabupaten Bengkayang mengatakan, Ritual adat Gawia Sowa Dusun Jagoi Kindau Desa Sekida Kecamatan Jagoi Babang merupakan salah satu ritual dayak Bidayuh yang hingga saat ini masih dilestarikan masyarakat setempat.
Ritual adat Gawia Sowa setiap tahun harus diadakan, jangan sampai peninggalan dari nenek moyang kita hilang dimakan jaman dan generasi muda melupakannya,” ingat Anyim yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang ditemui di Jagoi Kindau, belum lama ini.
Suami dari Anastasia Maria Anyim ini melanjutkan, saat ini informasi dapat diakses dengan mudah terutama adat dan budaya dari negara lain. Apalagi Desa Jagoi Kindau ini merupakan daerah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia.
Tentunya sudah banyak adat dan budaya dari negeri jiran yang telah masuk ke seluruh lapisan masyarakat. Tidak dipungkiri, masyarakat adat dayak bidayuh yang ada di Jagoi Babang masih serumpun dengan dayak bidayuh yang ada di Bau Serawak Malaysia.
“Setiap budaya yang masuk harus kita saring dan pilah, mana yang baik dan yang buruk. Yang baik kita ambil, yang jelek kita buang,” saran Anyim, kemarin.
A Ale, Camat Jagoi Babang menjelaskan, Gawia Sowa merupakan ritual adat oleh dayak Bidayuh yang ada di wilayah kerjanya. Gawia Sowa sama halnya dengan makan padi baru dimana masyarakat dayak bidayuh menyukuri hasil panen tahun ini.
 “Gawia Sowa dilakukan setiap tahunnya oleh masyarakat dayak Bidayuh yang ada di Jagoi Babang. Gawia Sowa setiap tahunnya bergilir dilakukan oleh enam dusun yang ada di Desa Sekida dan Desa Jagoi,” tandasnya, kemarin. (cah)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar