Rabu, 14 Desember 2011

Pelanggan PDAM Kecamatan Lumar Capai 500 juta rupiah

kondisi inteks PDAM Bengkayang di Madi Kecamatan Lumar saat terkena banjir

Bengkayang. Beberapa waktu lalu, DPRD Bengkayang beraudiensi dengan pihak PDAM Bumi Sebalo di ruang sidang legislatif untuk membahas apa saja permasalaan yang ada di BUMD milik Pemda Bengkayang. Pelanggan PDAM Kecamatan Lumar Capai 500 juta rupiah.
Sarina, Ketua Komisi C DPRD Bengkayang mengatakan, sangat prihatin dengan manajemen PDAM Bengkayang. Apalagi melihat besarnya tunggakan pelanggan rekening PDAM di Bumi Sebalo.
“Bayangkan saja, tunggakan rekening PDAM khusus pelanggan dari Kecamatan Lumar saja mencapai 500 juta rupiah,” beber Sarina ditemui di ruangkerjanya, belum lama ini.
Sarina menjelaskan, dengan beban utang yang ditanggung oleh PDAM membuat BUMD Bumi Sebalo tersebut tidak dapat memelihara peralatan yang dibutuhkan.
Berhubung tunggakkan rekening PDAM ini sudah berangsung lama sekali, ia menyarankan tunggakan tersebut diputihkan saja dengan asumsi Pemda Bengkayang menyuntikkan dana 500 juta rupiah kepada PDAM supaya dapat memelihara peralatan yang dibutuhkan BUMD tersebut. Hitung-hitung kita membantu masyarakat Kecamatan Lumar.
“Untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh PDAM Bengkayang, Pemda Bengkayang harus duduk satu meja dengan legislatif. Karena selama ini yang sering duduk satu meja hanya PDAM saja padahal kita ketahui mereka hanya pelaksana teknis saja, sedangkan kebijakan ada pada eksekutif,” keluh Sarina.
Maksar Alek, Fraksi Partai Demokrat DPRD Bengkayang mengungkapkan, masih banyak masyarakat Bumi Sebalo yang belum tahu proses inteks PDAM Bengkayang di Dusun Madi Kecamatan Lumar.
“Rata-rata warga Kabupaten Bengkayang yang memanfaatkan air PDAM sebagai sumber kehidupan mengeluh apabila musim hujan,” terang Maksar, kemarin.
Bendahara DPC Partai Demokrat ini melanjutkan, padahal kita ketahui bahwa PDAM tersebut memakai sistem gavitasi, apabila banjir produksi akan berhenti sehingga bak penampungan yang tersedia kehabisan dikarenakan melayani 4000 lebih pelanggan.
“Saya sarankan tahun depan bak penampungan ditambah, di Kecamatan Lumar dua bak, di kota Bengkayang dua bak juga sehingga saat banjir dan hujan turun tiba, kita tidak miskin air,” sarannya.
Barudin, Direktur PDAM Kabupaten Bengkayang mengakui, kelemahan dalam ia memimpin BUMD milik Bumi Sebalo ada tiga yakni karyawan yang melebihi kapasitas, aset eks PDAM Sambas yang termakan usia dan anggaran.
“Saya berterima kasih kepada legislatif yang telah memberikan masukan kepada kami. Saya hanya pelaksana, sedangkan kebijakan ada pada Pemda Bengkayang,” aku Barudin.
Permasalahan yang dihadapi selama ini telah ia laporkan dengan dewan pengawas PDAM Kabupaten Bengkayang.(cah)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar