Kamis, 19 April 2012

DAD Bengkayang Pinta Masyarakat Semunying Tuntut Hak Mereka


Bengkayang. hasil pertemuan antara Pemda Bengkayang, Tim Pembina dan Pengembangan Perkebunan Kabupaten (TP3K), POlres Bengkayang dan warga Semunying di ruang rapat Bupati Bengkayang, (TP3K) di pinta ke lapangan. Sebagai Ketua Umum DAD Kabupaten Bengkayang, ANyim meminta kepada masyarakat Semunying untuk menuntut hak mereka.
Drs Kristianus Anyim MSi, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang menerangkan, hasil pertemuan hari ini ialah TP3K Kabupaten Bengkayang akan turun ke lapangan untuk mengambil data sekunder.
“Kita telah inventarisir sejak 2011 permasalahan ini. Jaman Yakobus Luna menjadi Bupati bengkayang, itu sangat sulit. Dikarenakan posisinya mewarisi pemerintahan jaman dulu,” ungkapnya.
Ketua Dewan Adat Dayak  Kabupaten Bengkayang ini menyarankan kepada masyarakat Semunying Jaya untuk menyiapkan dokumen dan bukti yang dibutuhkan.  
Setelah dokumen dan bukti telah ada serta TP3K Bumi Sebalo telah pulang dari lapangan untuk mencari data sekunder dan primer, kita akan melanjutkan pertemuan dengan pihak perusahaan PT Ledo Lestari dan Bupati Bengkayang.
Saya harap masalah ini cepat selesai. Kita pada koridor sebenarnya, minimal Pemda Bengkayang memiliki wibawa. Apabila saya memakai baju warna hijau itu petandanya saya bela Pemda Bumi Sebalo tetapi apabila tidak saya sebagai Ketua DAD Bengkayang dan membela warga dayak.
“Sebagai Ketua Umum DAD Kabupaten Bengkayang, saya pinta kepada masyarakat Semunying untuk menuntut hak mereka,” ucapnya.
Agustinus Naon S Sos ,Wakil Bupati Bengkayang mengatakan, terkait permasalahan antara masyarakat Desa Semunying dengan PT Ledo Lestari miliknya Duta Palma Group, maka hari ini diadakan rapat bersama antara warga Semunying, Pemda Bengkayang dan Polres Bengkayang.
“Lebih cepat lebih baik TP3K Kabupaten Bengkayang turun ke lapangan untuk inventarisir permasalahan di sana. Jangan lagi ditunda-tunda,” tegas Naon kepada Equator di ruang kerjanya, Senin (16/4).
Obaja SE MSi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bengkayang menambahkan, TP3K Bumi Sebalo usai rapat pertemuan antara warga Semunying Jaya bersama Wakil Bupati Bengkayang dan Polres akan dilakukan pertemuan intern TP3K.
“Kita membahas apa saja persiapan dan data yang akan kita bawa ke lapangan.kita lakukan validasi dan verifikasi data di lapangan,” kata Obaja, kemarin.
Haritus, Anggota DPRD Kalbar mengungkapkan, permasalahan ini sudah cukup lama sekali. Ia berharap Pemda Bengkayang sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan ini.
“Kuncinya ialah Bupati Bengkayang. dikarenakan yang berhak mencabut ijin operasional PT Ledo Lestari di BUmi Sebalo ialah Bupati Bengkayang,” ujarnya.
Ia meminta kepada Pemda Bengkayang untuk berhati-hati mengenai permainan perusahaan tersebut dikarenakan selama ini Duta Palma Group pintar mengulur-ulurkan waktu untuk menyelesaikan permasalahan mereka.
Abulipah, Sekdes Semunying Jaya membeberkan, PT Ledo Ledo Lestari telah melakukan pembalakan liar kepada hutan adat dayak iban di Desa Semunying Jaya yang telah dikukuhkan oleh Bupati Bengkayang Yakobus Luna nomor 30 A/2010.
“Seharusnya hutan adat tersbeut dengan luas 1420 hektar menjadi kawasan yang dilarang untuk diusahakan,” kesal Abu, kemarin.
Ada beberapa temuan-temuan yang diindikasikan sebagai pelanggaran oleh PT Ledo Lestari. Seperti tidak adanya sosialisasi kepada masyarakat, tokoh masyarakat tidak dilibatkan, lahan warga digusur tanpa adanya persetujuan kepada pemiliknya. Belum adanya kejelasan pola kemitraan, pemakaman dan tempat keramat juga ikut di babat mereka.
Yustinus K, Kepala Satuan Pol PP Kabupaten Bengkayang sangat bersyukurkedatangan warga Semunying ke Kantor BUpati Bengkayang dnegan aman dan damai.
“Sebnayak 30 personil yang kami kerahkan untuk pengamanan hari ini. Tidak ada aksi anarkis dari warga. Kami di bantu oleh pihak kepolisian yang diperkirakan ratusan orang,” akunya.
Dari pantauan awak Koran ini dilapangan, tampak hadir Wakil Bupati Bengkayang, Sekda Bengkayang, TP3K, Kapolresbengkayang, LSM, Media massa, dan masyarakat Semunying.
Usai pertemuan bersama wakil BUpatibengkayang, warga Semunying melakukan orasi di depan Kantor BUpati Bengkayang. setelah itu mereka pulang dnegan damai.(cah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar