Kamis, 24 November 2011

Radio Malaysia Rambah Bengkayang


BENGKAYANG. Radio merupakan media elektronik yang murah meriah dan dapat didengar oleh masyarakat kecil terutama bagi warga miskin Kabupaten Bengkayang. Sangat disayangkan sekali, saat kita menyetel radio baik itu di saluran AM maupun FM, yang terdengar ialah radio Malaysia bahkan sampai ke ibu kota kabupaten Bengkayang.
Pinus Syamsudin, Asisten III Setda Kabupaten Bengkayang mengatakan, di Bumi Sebalo Radio Komunitas yang ada hanya di Kecamatan Jagoi Babang saja. Sedangkan di ibu kota kabupaten belum ada sama sekali.
“Sebelumnya banyak berdiri radio swasta di kota Bengkayang tetapi tidak bertahan dengan lama,”terang Mantan Kabag HUmas Setda Kabupaten Bengkayang ini ditemui diruang kerjanya, Rabu (23/11).
... Mantan Sekretaris Bappeda Kabupaten Bengkayang ini menjelaskan, sebenarnya yang menjadi dasar bertahannya suatu media terutama radio ialah manajemen internalnya dan di dukung oleh produk-produk yang dikeluarkan.
Selama ini manajemen yang di praktekkan oleh radio yang ada di Bengkayang sebelumnya kurang tepat dan produk-produknya tidak disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di Bumi Sebalo.
Salah satunya mereka tidak bekerjasama dengan operator seluler baik itu telkomsel ataupun indosat. Kemudian mereka mengabaikan iklan. Padahal apabila keduanya ini mereka jalankan, Pinus percaya radio tersebut akan berjalan dan tidak merugi.
Untuk program-program yang dilakukan, Pinus menyarankan pihak radio swasta untuk menyesuaikan dengan keinginan masyarakat Kabupaten Bengkayang. Seperti apa yang telah dilakukan oleh RRI Pontianak.
“Selama ini radio asal Malaysia mendominasi di Kabupaten Bengkayang. Bayangkan saja, di ibu kota kabupaten dengan menggunakan radio mobil saja dapat mendengarkan radio asal Malaysia. Sedangkan dari kita harus menggunakan antenna yang tinggi baru jelas suaranya, itu pun radio tertentu saja,” keluh Pinus.
Pinus memaparkan, radio adalah suatu media yang dapat diterima oleh masyarakat kecil Kabupaten Bengkayang terutama yang berada di pelosok dan daerah tertinggal. (cah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar