Selasa, 07 Februari 2012

DPRD Bengkayang Pinta Masyarakat datang Berdialog


Bengkayang. Yakobus Sitolin, Ketua DPRD Bengkayang menanggapi dingin mengenai penulisan Bengkayang No, Singkawang/Mempawah Yes oleh salah satu oknum atau sekelompok masyarakat Bumi Sebalo bberapa waktu lalu.
“Saya pikir wajar saja ada warga yang menuliskan seperti itu, ini merupakan aspirasi warga dikarenakan kekecewaan salah satu oknum masyarakat atau sekelompok orang yang ada di Kecamatan Sungai raya atau di Sungai raya Kepulauan,” kata Sitolin kepada equator ditemui diruang kerjanya, Selasa (7/2).
Sekretaris DPC Partai Hanura Kabupaten Bengkayang ini menjelaskan, ini hanya dilakukan oleh oknum tertentu yang ada intrik-intrik pribadi atau sekelompok orang  yang kecewa dengan mengatas namakan masyarakat Kecamatan Sungai Raya secara menyeluruh.
Namun sangat disayangkan oleh Sitolin, cara penyampaian aspirasi tersebut salah. Seharusnya meeka datang baik-baik ketemu Bupati Bengkayang atau DPRD Bengkayang untuk mengutarakan unek-unek atau permasalahannya.
“Saya dan teman-teman siap menerima aspirasi masyarakat dan mau berdialog apabila masyarakat Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan datang secara baik-baik ke gedung wakil rakyat ini,” harap Sitolin.
Ia sangat khawatir sekali dengan situasi dan kondisi Kabupaten Bengkayang yang kondusif menjadi berubh hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Jangan sampai dengan penulisan tersebut mempropokasikan masyarakat yang setuju dan tidak setuju baku hantam.
“Tidak semua kemauan warga dipenuhi, dikarenakan keterbatasan anggaran dan kemampuan Kabupaten Bengkayang. Apabial berbicara mengenai kebutuhan yang prinsip, sampaikan dalam musrenbang,” pintanya.
Apabila merasa kekurangan pelayanan dari Pemda Bengkayang, datang langsung saja berdialog dengan baik, itu lebih penting daripada propokasi. Mari kita bangun iklim yang stabil di kabupaten yang kita cintai ini dan  tetap menjaga kebersamaan yang telah lama kita bina ini.
Ia menggambarkan, bukan hanya Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan saja yang jauh jaraknya dengan ibu kota kabupaten, Kecamatan Suti Semarang, Siding dan Jagoi juga jauh jaraknya bahkan masih mending kedua kecamatan tersebut dibanding tiga kecamatan ini yang harus meronggoh saku hingga jutaan rupiah demi sampai ke kota Bengkayang.
Namun mereka tidak melakukannya. Warga Sungkung yang lebih dekat dengan Kabupaten Sambas dan Malaysia, mereka tetap ingin menjadi bagian dari Kabupaten Bengkayang walaupun jarak tempuh antara Sungkung-Sanggau Kapuas atau Sungkung-Malaysia lebih dekat.
 “Bupati Bengkayang suruh orang yang tidak suka, pindah saja ke Mempawah atau Singkawang, bukan wilayah atau Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan yang ikut pindah. Jika mau jalan, gugat saja UU No. 10/1999 tentang pembentukan kabupaten ini,” tandasnya. (cah)

1 komentar: