Selasa, 18 Oktober 2011

2010 Kabupaten Bengkayang Produksi 121.287 Ton Padi


Bengkayang. Agar Ketahanan Pangan berhasil di Kabupaten Bengkayang, perlu dilakukan sosialisasi dan kampanye berkelanjutan kepada masyarakat melalui kegiatan Penyuluhan. Pada 2010 lalu Bumi Sebalo berhasil memproduksi padi sebanyak 121.287 ton.
Wakil Bupati Bengkayang, Agustinus Naon menuturkan, apabila sistem Tabela ini dikembangkan tentunya bisa meningkatkan pendapatan hidup Petani dan keluarga. Karena selain hasilnya tinggi, juga dapat mengurangi biaya produksi, terutama biaya untuk penanaman.
 "Asal dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, seperti sawah milik Pak Ajib ini dan ini bisa dijadikan contoh untuk Petani-petani lainnya" ungkap Mantan  Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bengkayang ini ditemui di  Desa Bangun Sari Kecamatan Teriak, belum lama ini.
 Berdasarkan data akhir Tahun 2010, tanaman padi mencapai 34.518 Hektar dengan produksi 121.287 Ton dan ini merupakan kerja keras dan prestasi para petani, hasil kegigihan serta semangat kerja para Penyuluh Pertanian dalam mendampingi Petani.
Sejalan dengan sistem Otonomi Pemerintahan yang diterapkan di tingkat Propinsi, tingkat Kabupaten/Kota sampai ke tingkat Desa maka sesuai dengan kewenangannya, hendaknya bisa menjadi pelaksana fungsi inisiator, fasilitator dan regulator penyelenggaraan Ketahanan Pangan di wilayah Kabupaten.
“Penyuluh harus terampil, cerdas dan penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugas penyuluhan pertanian. Penyuluh Pertanian harus mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman terutama Teknologi pertanian, meningkatkan pengetahuan di bidang penyuluhan, khususnya pemahaman tentang Panca Usaha Tani,” sarannya.
Magdalena, Kepala BPPKP (Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahan Pangan) Kabupaten Bengkayang mengatakan, Sistem Tabela (Tanam benih Langsung, Red) merupakan salah satu teknologi budidaya padi yang perlu dikembangkan dan dikaji terutama permasalahan-permasalahan dalam usaha-usaha tani.
“Sistem Tabela selain dapat meningkatkan produksi padi juga dapat meningkatkan pendapatan Petani. Antara lain bisa mengurangi biaya produksi yaitu biaya penyemaian dan penanaman yang bisa dikurangi lebih kurang sekitar satu juta,” terang Mantan Kadis Pertanian Kabupaten Bengkayang ini, kemarin.
Magdalena melanjutkan, dalam pelaksanaan sistem Tabela ini sangat diperlukan kekompakan Petani untuk mengantisipasi hama penyakit. Dan hasilnya kita bisa lihat sekarang, kualitas padi tidak kalah dengan sistem tanam lainnya. (cah)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar