Sabtu, 15 Oktober 2011

Naon Kukuhkan Temenggung Dayak Iban

 Agustinus Naon kukuhkan Temenggung
Bengkayang. Untuk pertama kalinya warga Dayak Iban yang berada di wilayah antara Kecamatan Seluas dan Jagoi Babang melaksanakan ritual adat Pengukuhan Temenggung, Patih dan Tuai Rumah Dayak Iban. Naon pinta par pengurus bekerjasama dengan lembaga lain yang ada.
Agustinus Naon, Wakil Bupati Bengkayang mengatakan, Temenggung, Patih dan Tuai Rumah merupakan pimpinan suatu organisasi yang terpilih akan menjadi panutan bagi masyarakat yang dipimpinnya sekaligus sebagai pengayom penduduk dan sebagai penjaga, pemelihara dan pelindung bagi rakyatnya sehingga warga merasa aman dan tenteram hidup dalam komunitasnya.
“Saya sarankan, Temenggung Patih dan Tuai Rumah dapat menyelesaikan berbagai perselisihan, pertentangan dan permusuhan terutama yang terjadi dikalangan masyarakatnya sendiri. Sehingga apabila fungsi ini berjalan baik maka stabilitas kehidupan masyarakat terjamin,” saran Naon ditemui di Dusun Pasir Putih Kecamatan Seluas, belum lama ini.
Mantan Kepala BKD Kabupaten Bengkayang ini melanjutkan, Temenggung, Patih dan Tuai Rumah juga merupakan tempat mengadu bagi masyarakatnya secara berjenjang. Oleh sebab itu perlu bersungguh-sungguh mendengarkan, meneliti dan menerima informasi dari masyarakatnya dan menggunakan informasi berkenaan untuk mengambil suatu Keputusan yang baik.
Temenggung, Patih dan Tuai Rumah bisa mensinergiskan diri di dalam pelaksanaan tugas masing-masing dan bisa melakukan kerja sama yang baik dengan kelembagaan lain. Dalam hal ini adalah lembaga pemerintah daerah, masyarakat adat lainnya serta Lembaga-lembaga lain berdasarkan prinsip saling menghargai dalam kesetaraan.
Ditambahkan, Obaja SE MSi selaku penasehat Suku Dayak Iban di daerah ini menceritakan, pertama kali Suku Dayak Iban datang kesini sekitar Tahun 1949 dan hanya terdiri dari beberapa orang saja. Namun karena interaksi sosial dengan masyarakat setempat (Dalam hal ini Dayak Bakati yang mayoritas berada di wilayah ini, Red) maka terjadilah hubungan kekeluargaan sampai sekarang. Dan ini tetap berjalan baik sampai sekarang.
“Adat istiadat seperti yang disaksikan pada ritual ini hendaknya terus dipertahankan dan dilihat nilai positifnya, karena ini merupakan hasil kreasi buah tangan pendahulu yang kelak bisa sangat bermanfaat di masa depan,” harap Kepala Bappeda Kabupaten Bengkayang ini, kemarin.
foto bersama
Dari pantauan awak koran ini dilapangan, Ritual adat yang dilaksanakan di Dusun Pasir Putih Kecamatan Seluas ini diawali dengan penyambutan tari selamat datang serta pengalungan bunga kepada Wakil Bupati Bengkayang dan pemberian minuman khas (tuak) yang merupakan ucapan khas selamat datang menurut suku dayak iban.
Setelah meminum tuak yang disuguhkan, Wakil Bupati Bengkayang dan rombongan selanjutnya disambut dengan ritual adat pemotongan hewan (babi dan ayam) sebagai tanda penghormatan kepada tamu yang datang.  Adapun Temenggung Pateh yang dikukuhkan adalah Utandi Anak Inin dan beberapa pengurus lainnya. (cah)

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar