Sabtu, 22 Oktober 2011

Perpusda Bengkayang Tolak Mobil Pintar

 
bengkayang. Sudah dua tahun keberadaan aset Pemda Bengkayang untuk mencerdaskan bangsa, yakni mobil pintar. Namun sangat disayangkan hingga saat ini polemik masih menghantui. Gara-gara BA penerimaan barang tidak sesuai dengan barang yang ada, Perpusda tolak mobil pintar.
Bernard Puna, Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi Kabupaten Bengkayang mengatakan, selama ini pihaknya tidak dapat menjalankan program kerja seperti mobil pintar masuk sekolah. Hal ini dikarenakan masih adanya dokumen yang tidak lengkap pada berita acara serah terima mobil pintar tersebut kepada pihaknya.
"STNK, BPKB mobil tersebut tidak diserahkan kepada kami dan ada beberapa yang kurang. Makanya kami tidak mau terima mobil tersebut dan menandatangani BA Penerimaan Barang,"aku Puna ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Mantan Camat Sungai Betung ini melanjutkan, sebenarnya ia ingin sesegera mungkin mobil pintar tersebut dapat beroperasi dan menuju SD, SMP, dan SMA  di kecamatan yang ada di kabupaten ini.
Martinus Khiu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkayang menyarankan, permasalahan tersebut harus segera diselesaikan, karena keberadaan mobil pintar tersebut sudah dua tahun tetapi masih belum dapat dimanfaatkan.
"BA penerimaan barang harus sesuai dengan barang yang diterima. Masyarakat Kabupaten Bengkayang tidak tau masalah dokumen itu lengkap atau tidak. Warga melihat mobil pintar ada mengapa tidak dimanfaatkan. Itu yang menjadi pertanyaannya," paparnya.
Apalagi saat ini banyak sekolah-sekolah yang ada tidak memiliki perpustakaan, kehadiran mobil pintar sangat dibutuhkan pelajar untuk literatur mata pelajaran dan menambah wawasan siswa. Terutama sekolah yang berada di kecamatan.
Perlu diketahui, permasalahan mobil pintar ini sejak Anastasia Maria masih menjabat sebagai Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi Kabupaten Bengkayang 2010 lalu. Anastasia menolak berita acara Penerimaan Barang mobil pintar dikarenakan laktop tertera dua buah tetapi barangnya hanya satu saja. Setelah Bernard Puna menggantikan Anastasia, permasalahan mobil pintar masih menjadi polemik. (cah)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar